pokok-melayang

“Wahai jiwa yang gelisah”

Oleh R Dani Januardi A

Pernahkah engkau merasa gelisah?
Ketika menjalani hidup yang tak tentu arah?

Bahkan terkadang hidup terasa tak jelas, mana benar mana salah?
Terjebak dalam kehampaan yang membuat hati menjadi resah.

Tahukah kau ciri-ciri hati yang mati sudah?
Ialah hati yang selalu merasa benar, padahal dia salah.

Tertipu ditengah perasaan gundah.
Semua dirasakan indah,
tetapi mengapa setelah itu muncul gelisah?

Ketahuilah!!
Perasaan gelisah yang muncul menggugah,
setelah engkau berbuat salah,
itu adalah Hidayah!

Hidayah yang muncul secercah,
adalah uluran tangan dari Sang Maha Rahmah.
Agar harapan itu tak pernah punah,
untuk kembali bertaubat dan meraih jannah.

Wahai jiwa-jiwa yang gelisah karna bersalah,
Ikutilah kata hatimu, tetap bersemangatlah!
Tetap jalani hidupmu, Lillah……

Ditulis di Tangerang, 6 Januari 2016
00.18 WIB dini hari

Puisi ini ditulis untuk mengingatkan diri sendiri, dan semoga dapat dinikmati oleh sahabat-sahabatku tercinta

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>