Assalamu ‘alaikum, selamat pagi semuanya..
Hari ini di pagi yang cerah ini, baru saja ada salah satu sahabat kami membagi sebuah pengalaman yang insya Allah mengandung banyak hikmah. Masih tentang kesabaran loh, sabar itu ilmu tingkat tinggi yang belajarnya seumur hidup, jadi jangan bosen ya mempelajari tentang sabar. So cekidot :)

Kebersamaan itu kesabaran

Dalam 2 pekan ini saya bertemu dengan beberapa Pimpinan customer dari tempat saya bekerja. Ada kalimat Pertanyaan menarik dalam mereka. “Mas Dwi, kenapa Mas sering banged ngucapin kata “tenang and sabar” sih kalau berpendapat?” Lalu ku jawab, “He he he, belum tau dia.” Kami pun tertawa dalam suasana akrab.

Yaa.. Ketika kita berjalan sendiri, kita bisa memutuskan langkah apa yang akan kita ambil. Kita bisa merangkak, bisa berjalan, atau kita bisa juga berlari.. Kita bisa memilih langkah apa saja yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan kita, karena yang punya langkah adalah kita, kita punya kekuasaan untuk mengaturnya…. Tetapi, ketika kita memilih bersama, pada akhirnya kita harus memutuskan bersama langkah yang seperti apa yang harus kita lakukan. Dan taukah…. Hal apa yang paling sulit dari melangkah bersama kawan…?? Melangkah bersama itu membutuhkan kesabaran extra.

Kesabaran untuk mengatur ritme bersama, kesabaran untuk meredam keegoisan atau prioritas pribadi, kesabaran untuk tujuan bersama yang lebih besar, kesabaran untuk tidak lari dan tetap memupuk komitment.

Kesabaran untuk mengambil porsinya masing-masing, kesabaran untuk menerima dan memberi, serta kesabaran bahwa terkadang di jalan kita harus berkorban lebih banyak. Dan Semua itu butuh kesabaran… Namun, tahukah ujung dari kesabaran itu kawan…?? Kesabaran pada akhirnya akan menciptakan kepuasan, kepuasan yang berkorelasi kepada kebahagiaan, kebahagiaan akan pencapaian tujuan akhir bersama, dan itu lebih nikmat dari pada kita harus berjalan sendiri…

Sudut pandang pribadi ku kawan, setelah kesabaran, hal penting lain yang dibutuhkan di dalam perjalanan hidup ini adalah keyakinan.

Apakah benar jalan ini yang kita pilih sesuai dengan keyakinan kita?

Apa sebenarnya tujuan bersama yang ingin di rengkuh dalam kehidupan ini??

Apakah memang sesuai dengan tujuan itu…??

Memang itu pertanyaan mendasar dan prinsip yang harus kita jawab kawan… Karena kata “yakin” adalah modal awal dari komitmen. Dengan kata yakin pula, kita bisa melakukan segala sesuatu akan lebih fokus dengan proses mencapai tujuan.

Ketahuilah, sebaik-baiknya keyakinan adalah didasari oleh ilmu dan pengetahuan!! Sehingga keyakinan tidak hanya berujung pada asumsi hati dan akal yang tidak berdasar. Sekali lagi kawan, sebaik-baiknya kesabaran ialah mampu memberikan (sikap&prilaku) yang terbaik dalam berbagai kondisi serta situasi!! Sehingga itu akan membawa kepada tindakan.. tindakan nyata untuk bersama mencapai tujuan bersama itu.

Kesabaran orang yang beriman sempurna begitu besar sehingga kesabaran dan kegigihannya tidak goyah, walaupun ia tidak dapat melenyapkan masalah atau mencapai keinginannya dengan seketika. Ia paham bahwa Allah mengendalikan segalanya dan bahwa ia akan meraih ganjaran besar sebagai balasan kesabarannya. Karena alasan ini, ia puas terhadap Allah apa pun keadaan yang dihadapi, ia beriman kepada sifat pengasih dan penyayang Allahu Rabbul Izzati dan menaruh kepercayaannya kepadaNya. Jika Allah tidak segera mengabulkan do’a nya (meski sajadah basah dengan air mata), ia pasti mengetahui ada kebajikan dan keindahan lebih besar tersembunyi di dalamnya. Ia tidak pernah melupakan bahwa Allah mengabulkan semua Do’a dan memberikan ganjaran luar biasa bagi mereka yang sabar. Dan janjiNya sungguh benar. Satu ayat berbunyi: “…Siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (QS Al-Nisa, 4: 87). Mukmin yang sadar akan kenyataan ini berpikir bahwa Allah mungkin akan memberinya lebih banyak nikmat namun, sebelumnya, Dia ingin sang Hamba tumbuh lebih dewasa.

Ku kutipkan 2 buah Ayat cinta dari Allah Sang Maha Rahman  sebagai penyegar bagi Orang agar setia dalam kesabarannya..
“Dan untuk Tuhanmu, bersabarlah kamu.” (QS Al-Muddatstshir, 74: 7) pada setiap saat kehidupannya. Akhirnya ia akan menemui Tuhannya dan diganjar dengan surgaNya. Malaikat-malaikat di pintu gerbang surga akan menyalaminya sebagai berikut: “(sambil mengucapkan): ‘salamun`alaikum bima shabartum’ (salam bagimu karena kesabaranmu). Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS Al-Ra’d, 13: 24)