بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Lima Perkara Perusak Hati

Kelima perkara ini termasuk perkara besar yang dapat merusak hati:
1. Banyak bergaul yang tidak bermanfaat
2. Banyak angan-angan
3. Bergantung pada selain Allah SWT
4. Kenyang
5. Banyak Tidur

Ketahuilah bahwa hati berjalan menuju Allah SWT dan alam akhirat. Hati membuka jalan kebenaran dan alurnya. Mendeteksi bencana jiwa dan perbuatan. Mengalahkan para perampok dengan cahayanya, kekuatannya, dan tekadnya dengan keselamatan pendengaran dan penglihatannya.

Lima perkara di atas akan memadamkan cahayanya, menghalangi pandangan mata hatinya, dan memberatkan pendengarannya. Bila tidak, membuatnya buta, tuli, dan melemahkan seluruh kekuatannya. Yang demikian itu akan membuat kesehatannya berkurang, tekadnya kendur, usahanya berhenti, dan mendorongnya berbalik arah.

#1 Banyak Bergaul yang tidak bermanfaat

Pengaruh banyak bergaul yang tidak bermanfaat adalah hati akan dipenuhi oleh kepulan asap pernafasan manusia hingga menjadi kelam. Akibatnya, hati menjadi lemah, tidak bersemangat, gelisah, dan terbebani beban berat dari bekal para sejawatnya yang jahat, yang sebenarnya ia tak mampu memikulnya. Kepentingannya menjadi sia-sia, sibuk dengan urusan mereka, dan pikirannya terbagi untuk memenuhi kehendak dan permintaan mereka. Lalu apa yang tersisa untuk Allah dan hari akhir?

Seorang hamba hendaknya bergaul dengan manusia seperlunya saja dan membagi mereka menjadi empat golongan:

Golongan pertama: Tipe manusia yang kita butuhkan setiap hari karena kemanfaatannya seperti makanan pokok, yang apabila sudah memakannya, tidak perlu lagi makanan yang lain. Mereka itulah para ulama. Bergaul dengan mereka membawa keuntungan.

Golongan kedua: Tipe manusia yang hanya kita butuhkan untuk kepentingan tertentu seperti obat, yang apabila kita sehat, kita tidak membutuhkannya.

Golongan ketiga: Tipe manusia yang tidak kita butuhkan, tidak bermanfaat bagi dunia maupun agama.Bergaul mereka seakan seperti penyakit.

Golongan keempat: Tipe manusia yang hanya mendatangkan kebinasahan. Bergaul dengan mereka sama saja seperti meminum racun.

“Teman-teman akrab pada hari itu segiannya menjadikan musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang bertakwa.” (az-Zukhruf [43]:67)

#2 Banyak berangan-angan

Diantara perusak hati yang kedua adalah mengarungi samudera angan-angan. Itulah lautan yang tak bertepi. Semua angan-angan itu muncul tergantung kondisinya. Ada yang berangan-angan untuk mendapatkan kekuasaan, berkeliling dari satu negeri ke negeri lain untuk meaklukkan dunia, mendapatkan harta yang banyak dan barang berharga, atau untuk mendapatkan wanita dan kesenangan. Angan-angan menggambarkan bentuk yang dicari dalam dirinya. Memang, terkadang ia dapat menggapai semuanya dan menikmati “kesuksesannya”. Namun di saat terlena dengan “prestasinya”, tiba-tiba tersadar bahwa semua yang ia dapatkan tidak akan dibawanya saat menghadap tuhannya.

Berbeda dengan tipe di atas, seseorang yang memiliki jiwa yang unggul dan semangat juang yang tinggi, angan-angannya adalah seputar ilmu dan iman, serta perbuatan yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Angan-angan seperti ini adalah iman, cahaya, dan hikmah, sedang angan-angan yang pertama adalah tipu daya dan fatamorgana.

#2 Banyak berangan-angan

Diantara perusak hati yang kedua adalah mengarungi samudera angan-angan. Itulah lautan yang tak bertepi. Semua angan-angan itu muncul tergantung kondisinya. Ada yang berangan-angan untuk mendapatkan kekuasaan, berkeliling dari satu negeri ke negeri lain untuk meaklukkan dunia, mendapatkan harta yang banyak dan barang berharga, atau untuk mendapatkan wanita dan kesenangan. Angan-angan menggambarkan bentuk yang dicari dalam dirinya. Memang, terkadang ia dapat menggapai semuanya dan menikmati “kesuksesannya”. Namun di saat terlena dengan “prestasinya”, tiba-tiba tersadar bahwa semua yang ia dapatkan tidak akan dibawanya saat menghadap tuhannya.

Berbeda dengan tipe di atas, seseorang yang memiliki jiwa yang unggul dan semangat juang yang tinggi, angan-angannya adalah seputar ilmu dan iman, serta perbuatan yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Angan-angan seperti ini adalah iman, cahaya, dan hikmah, sedang angan-angan yang pertama adalah tipu daya dan fatamorgana.

3# Bergantung kepada selain Allah

Perusak ketiga yang membuat hati mati adalah bergantung kepada selain Allah SWT. Ini adlaah jenis perusak yang paling besar dan tidak ada yang lebih berbahaya dari jenis ini. Karena ketergantungannya dengan yang selain Allah SWT dan berpaling kepada yang lain, ia kehilangan apa yang sesungguhnya ia cari dari Allah SWT.

“Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menajdi tercela dan di tinggalkan (Allah).” (al-Isra’ [17]:22)

Madzmuum dalam ayat di atas artinya tercela, tidak ada yang memuji anda. Makhdzuul artinya ditinggalkan, tidak ada yang menolong anda. Karena terkadang, sebagian orang menjadi maqhuran mahmudan (terkalah tapi terpuji), seperti orang yang dikalahkan oleh kebatilan. Terkadang pula menjadi madzmuman manshuran (menang tapi terhina), seperti yang menang dan berkuasa dengan kebatilan. Adapula yang mahmudan manshuran (menang dan terpuji), yaitu orang yang menang dengan kebenaran. Orang musyrik yang bergantung kepada selain Allah SWT termasuk kategori yang paling rendah dari keempat kategori yang paling rendah, mereka la mahmud wa la manshur (tidak terpuji tidak pula menang).

4# Kenyang

Tipe perusak yang satu ini mempunyai dua jenis, yaitu pertama, perusak karena zatnya itu sendiri, seperti al-Muharramat (yang diharamkan). Jenis ini ada dua, yakni, (1) diaharamkan karena hak Allah SWT, seperti bangkai, darah, daging babi, binatang buas yang berkuku panjang, dan burung yang bercakar, dan (2) diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian, barang rampasan, dan segala yang diambil dengan tanpa kerelaan si empunya, baik itu dengan paksaan, tipuan, atau karena malu.

Tipe perusak jenis kedua adalah merusak karena kuantitasnya dan melebihi batas, seperti berlebih-lebihan dalam makanan yang halal. Terlalu kenyang akan membuat hati berat melakukan ketaatan dan membuatnya sibuk dengan urusan perut. Selalu jagalah hati agar tidak terkena bahaya makanan yang memenuhi perut karena pada gilirannya materi syahwat akan menjadi kuat dan menjadi tempat berlabuhnya setan.

5# Banyak Tidur

Sesunggunya banyak tidur atau katsratun naum membuat hati mati, badan terasa berat, waktu hilang sia-sia, menimbulkan kemalasan, dan banyak lalai. Kastratun naum ada yang dibenci sama sekali, ada pula yang tidak bermanfaat bagi badan.

Tidur yang berguna adalah tidur yang memang sangat dibutuhkan. Tidur dipermulaan malam lebih berguna daripada di akhir malam. Tidur di tengah hari lebih bermanfaat daripada di pagi hari atau di sore hari. Namun bukan tidur di permulaan malam setelah terbenam matahari hingga hilangnya awan kemerah-merahan waktu isya’ karena hal itu dibenci Rasulullah. Menurut syara’ dan kebiasaan pun makruh hukumnya. Bagi para pesuluk, tidur di antara waktu shalat suh dan terbitnya matahari pun adalah makruh, karena waktu itu adalah waktu ghanimah (terdapat banyak keuntungan).

Banyak tidur akan mengakibatkan jiwa menjadi buruk dan kering, berkepribadian menyimpang, otak membeku sulit untuk memahami ilmu, dan semangat bekerja menjadi kendur. Selain itu, juga menyebabkan berbagai penyakit yang sangat membahayakan hati dan badan.

wallahu a’lam bishawab

sumber: Al-Jauziyyah, Ibnu Qayyim. 2007. “TOMBO ATI: Cerdas Mengobati Hati Sendiri”. Jakarta:Maghfirah Pustaka. (Terjemah:Muhammad Babul Ulum, Edi Henri M.)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>