jalan“Ketahuilah, bahwa didalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati” (HR Al-Bukhari: I/126) 

Tak terlihat tapi ada, tak bisa disentuh tapi dapat dirasakan, itulah hati. Hati ibarat Raja bagi jasad, sedangkan jasad bagai tantara yang siap melaksanakan perintah dan menerima petunjuknya. Setiap amal yang baik dan benar semua berasal dari hati. Karena hati ibarat raja, maka akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Oleh sebab itu tugas utama seorang mukmin adalah meluruskan hati di jalan kebenaran.

Bila seseorang gagal mengobati hatinya bukti ia tidak bisa menghindari tipu daya Setan. Setan akan terus mencoba menggoda berdasarkan ketergantungan hati sehingga kita tergelincir dari jalan kebenaran. Dan penolong kita hanyalah satu ialah Allah swt. Karena itu kita harus selalu memohon kepada Allah agar selalu berada di jalan-Nya.

Berdasarkan buku Tazkiyatun Nafs oleh Dr. Ahmah Faris, Hati itu dibagi tiga:

  1. Hati yang Sehat

“(Yaitu) pada hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali prang-orang menghadap Allah dengan hati yang sehat” (Asy-Syua’ra: 88-89)

Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari setiap godaan syahwat yang berlawanan arah dengan perintah dan larangan Allah. Karena itu ia selamat dari penghambaan Selain-Nya dan murni hanya untuk Allah swt. Selain itu setiap amal perbuatannya ikhlas Karena Allah. Benci Karena Allah, memberi Karena Allah, dan bila tidak memberi juga Karena Allah. Tidak hanya disitu hatinya pun tidak pernah tunduk kepada setiap orang yang memusuhi Rasul-Nya. Hatinya terikat hanya untuk Allah semata, baik perkataan dan perbuatan

  1. Hati yang Mati

Ialah hati yang didalamnya tidak ada kehidupan. Ia tidak mengetahui Rabb-nya sehingga tidak menyembah-Nya sesuai perintah. Ia selalu berjalan bersama syahwat dan kesenangan-kesenangannya, meskipun mengandung murka dari Rabb-nya.

Intinya Nafsu lebih berpengaruh baginya daripada ridha Rabb-nya. Pemimpinnya adalah Nafsu, pengendalinya adalah syahwat, sopirnya adalah kebodohan, dan kendaraannya adalah lalai. Hawa nafsu membuatnya tuli dan buta. Berkumpul dengan pemilik hati ini ialah penyakit, bergaul dengannya ialah racun, dan duduk-duduk bersamanya ialah kebinasaan.

  1. Hati yang Sakit

Hati yang sakit ialah hati yang hidup tetapi terjangkit penyakit. Terkadang hatinya condong pada kebaikan, namun berat pada kemaksiatan. Yang menyebabkannya hidup Karena dihatinya masih terdapat rasa cinta kepada Allah, iman kepada-Nya, Ikhlas untuk-Nya. Namun didalamnya terdapat pula pengutamaan terhadap syahwat dan hasrat yang kuat untuk meraihnya.

Ia sering kali merasa ujub (kagum pada diri sendiri), Iri, sombong, dan suka membuat kerusakan di bumi. Itulah bahan yang menyebabkan hatinya rusak dan hancur.

Setelah mengenal penggolongan hati, yang manakah kita?

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS Al-A’raf: 20)

Agar terlindung dari perbuatan-perbuatan atau niat yang menyebabkan hati kita mati, perlunya memaksakan diri untuk dekat kepada yang Maha memiliki Hati yaitu Allah ‘azza wa jalla. Tidak ada pelindung yang lebih baik selain Allah Karena Dialah yang Maha membolak-balikkan hati seseorang. Perbanyak dzikir agar hati tenang mengingat-Nya, perbanyak amal baik agar hati tetap lembut, dan bergaul dengan orang yang senantiasa berjuang di Jalan-Nya agar hati selalu terjaga.

 

Oleh Dwiari Setyomukti, S.Ked

 

Sumber: Buku Tazkiyatun Nafs: Penyucian Jiwa Dalam Islam oleh Dr. Ahmad Faris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>