edelweiss_-_006-thumb-1024xauto-102291

Kenapa bunga yang sungguhan walaupun pada akhirnya akan layu tapi lebih memberi perasaan senang bagi yang menerimanya (buat para akhwat)?

Karena didalamnya ada sebuah ikhtiar. Ikhtiar menanamnya, ikhtiar merawatnya, ikhtiar kehati-hatian memetiknya, ikhtiar merangkainya, dan ikhtiar menjaganya. Ya menjaganya. Menjaga agar bunga itu sebisa mungkin terlihat segar lebih lama.

Walaupun sang penjaga tau jika bunga itu pada akhirnya akan layu. Tapi tak mengapa bagi sang penjaga, karna dalam ikhtiarnya dia sudah merasakan bahagia yang terus membekas walau sudah tak terlihat ada. Warnanya, bentuknya, harumnya, semua itu sudah ia rekam di hatinya.

Sama halnya dengan ukhuwah. Saat ia ada, kita merasa bahagia. Bersama sama ber-fastabiqul khairat, sama sama menyemangati satu sama lain. Dan kita pupuk ukhuwah itu dengan ikhtiar kita yang saling menjaga, saling berbagi, saling merasakan, dan saling melantunkan Do’a Rabitah sebagai pengikatnya.

 

Dan kalaupun nanti salah satu diantara kita harus pergi.

Ikatan ukhuwah itu akan terus ada.

Akan terus terekam di hati.

InsyaAllah.

 

Penulis: Niken Ayu Septiani S.KG