sumpah

November 2017 lalu mereka mengikat janji dibawah Al-Qur’an. Beberapa dari mereka pernah mengikat sumpah yang sama. Namun, biarpun kalimat sumpah itu sama tetap saja sensasi yang menghujam jantung terasa berbeda. Bukan tanpa alasan mereka melakukannya mendermakan pundak-pundak mereka untuk memikul setiap amanah,amanah yang akan dipertanggung jawabkan kelak didepan Sang Maha Esa.

Ini bukan sekedar pundak manusia biasa, amanah yang kami terima bukan sekedar amanah biasa. Risalah yang Allah SWT wahyukan melalui jibril kepada Rasulullah dimana Rasulullah diperintahkan untuk menyampaikannya kepada umat. Umat yang dikatakan sebagai khalifah dimuka bumi namun sayang tak banyak yang ingin menjadi sang khalifah dimuka bumi ini.

Inilah mereka pemuda yang memilih berjuang dijalan ketaatan meski berada diantara lautan kemaksiatan, inilah mereka pemuda yang dinanti-nantikan semangatnya dalam mensyi’arkan Islam. Meski dicaci namun tetap tekad dikunci dalam hati. Inillah mereka yang memilih sebagai yang terpilih diantara jutaan manusia.

Mereka tahu jalan ini tak akan mudah, mereka tahu tak mungkin melalui ini tanpa air mata, dan mereka paham sekali bahwa jalan ini akan tetap ada meski tanpa mereka. Inilah jalan kebenaran dimana kau tak kan bisa selamat jika hanya mencari pembenaran. Wahai kalian pemuda pemudi generasi madani contohlah Al-fatih semangatnya berkorbar demi menaklukan konstatinopel dan contohlah bilal bin rabbah terompahnya terdengar hingga keatas surga.

Bangkitlah bersama jama’ah tancapkan sumpah itu sedalam hatimu,bertekadlah kau akan tetap berada disini merapatkan shaf-shaf bersama jundi Allah SWT. Mengibarkan kebenaran,merobek kebhatilan, meluluhlantahkan kesesatan. Karena taqdirmu telah terpatri maka matilah sebagai seorang pejuang bukan sebagai tahanan kemaksiatan.