1523673798141

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya yang telah kami berkah sekelilingnya agar kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami. Sesungguhnya Dia maha mendengar lagi maha melihat.” (QS. Al-Isra : 1)

Peristiwa Isra Miraj merupakan fenomena keagungan Allah swt yang tiada tara. Karena peristiwa tersebut, sangat menampakkan kebesaran Allah sebagai zat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sebuah perjalanan agung yang Allah dokumentasikan di dalam Alquran, dan bisa kita baca penjelasannya di dalam riwayat hadits-hadits shahih.

Peristiwa mulia ini diawali oleh kedatangan malaikat jibril, yang membedah dada Rasulullah saw, sekaligus membersihkannya. Malaikat jibril pun tak lupa untuk mengisi dada nabi dengan iman dan hikmah.

Adapun perjalanan diawali, ketika nabi Muhammad pergi dari masjidil haram (mekkah) menuju masjidil aqsa (baitul maqdis) menggunakan buraq. Secara bahasa sendiri, buraq memiliki arti kilat. Karena makhluk Allah yang bernama buraq ini dapat melesat sejauh mata memandang secepat kilat. Setelah buraq mendaratkan rasul saw di masjidil aqsho, rasul saw melakukan shalat 2 rakaat di Baitul Maqdis. Adapun setelah rasul melaksanakan salat, malaikat jibril datang membawa dua gelas. Gelas satu berisi susu, dan gelas kedua berisi khamr. Lalu jibril menawari salah satu, hingga akhirnya rasul memilih untuk mengambil segelas susu. Dan malaikat Jibril mengatakan,”Engkau dalam kesucian, sekiranya kau pilih khamr, sesatlah umat engkau”. Begitulah fase isra (perjalanan) dari masjidil haram ke masjidil aqsa berlangsung.

Setelah mendarat di baitul maqdis, rasul saw melanjutkan perjalanan menuju langit. Pada fase ini terjadilah mi’raj (tangga). Karena rasul menaiki tangga dari langit kesatu hingga langit ketujuh, hingga sidratul muntaha. Di langit tingkat kesatu rasul bertemu nabi Adam, dan nabi adam membekali rasul doa. Di langit tingkat kedua rasul bertemu dengan nabi Isa dan nabi Yahya, dan mereka berdua juga membekali rasul saw doa. Di langit tingkat ketiga rasul bertemu dengan nabi Yusuf, dan di sana nabi Yusuf memberi sebagian ketampanannya kepada rasul saw. Nabi Yusuf juga tak lupa membekali rasul saw doa kebaikan. Di langit tingkat keempat rasul saw bertemu nabi Idris, dan nabi Idris juga tak lupa membekali rasul doa agar senantiasa diberi kebaikan dalam setiap urusan. Di langit tingkat kelima rasul bertemu dengan nabi Harun, dan nabi Harun juga membekali rasul doa. Di langit tingkat keenam rasul saw bertemu dengan nabi Musa, dan nabi Musa pun tak lupa membekali rasul doa. Dan di langit tingkat ketujuh, barulah rasul saw bertemu nabi Ibrahim.

Di langit tingkat ketujuh, nabi Ibrahim sedang bersandar ke Baitul Ma’mur. Baitul Ma’mur sendiri merupakan tempat yang Allah sediakan untuk para malaikat. Sehingga tak kurang dari 70.000 malaikat masuk ke dalam setiap harinya. Dan di langit tingkat ketujuh ini nabi Ibrahim mengajak rasul saw ke sidratul muntaha. Dan di sidratul muntaha inilah, rasul saw berdialog langsung dengan Allah swt. Adapun peristiwa turunnya perintah untuk mengerjakan shalat 5 kali sehari semalam ialah pada fase ini. Karena sebelumnya syariat shalat dikerjakan 50 kali sehari semalam. Fenomena inipun tidak terlepas dari saran nabi Musa ketika bertemu rasul di langit, yang mengatakan ’Kembalilah kepada tuhanmu, umatmu tidak akan kuat melaksanakan perintah (shalat 50 waktu) itu’. Begitulah fase mi’raj berlangung..

 

Sumber: https://www.dakwatuna.com