Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Barangsiapa mengkarantinakan kuda perang untuk jihad di jalan Allah, maka kenyang dan kotorannya (maksudnya segala upaya untuk mengenyangkannya dan tenaga untuk membersihkan kotorannya) akan ditimbang oleh Allah di hari kiamat.

-- HR. Bukhari

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...33. 70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,   (QS. Al Ahzab [33] : 70)
 
Reportase Lepas [2441 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Mahasiswa Muslim Trisakti Turut Mengguncang Jakarta Hingga Jalur Gaza
Posted by: anugerah_w on Sunday, December 18, 2005 - 01:36

Hudzaifah.org - “Hari Gini Masih Ada Penjajahan?” dan “Ayolah Kawan, Bina Tali Ukhuwah Indonesia-Palestina”. Demikian headline ratusan pamflet yang dipasang oleh mahasiswa muslim Trisakti di setiap sudut kampus A, kampus F dan kampus B Universitas Trisakti, pada Kamis (8/12). Mereka dengan antusias menempel pamflet seruan aksi, dan pernyataan sikap atas penjajahan Zionis Yahudi di Palestina. Pemasangan pamflet tersebut hanyalah langkah awal dari persiapan Aksi Solidaritas Palestina yang digelar serentak se-Indonesia pada Jum’at (9/12). Pameran Palestina berupa artikel-artikel, dan gambar Palestina pun digelar di aula Masjid Asy Syuhada Trisakti.

Aksi solidaritas palestina di Bunderan HI yang digelar usai shalat Jum'at itu, tidak hanya diikuti oleh LDK (Lembaga Da’wah Kampus) Trisakti, tetapi juga oleh LDK Se-Jadebek. Pun dilakukan serentak di berbagai penjuru tanah air, seperti Bandung, Lampung, Yogyakarta dan lain-lain. Aksi yang digelar atas nama Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah kampus Nasional ini, bertemakan "Dari Jakarta Hingga Jalur Gaza."

Berjalan Pawai Aksi Palestina di Kampus
Puluhan mahasiswa muslim Universitas Trisakti yang berasal dari FE, FTI, FK, FKG, FALTL, FTSP, FTKE, FH, FSRD, terlihat berkumpul di depan sekretariat UKM Islam Hudzaifah Trisakti pada pukul 14.10 untuk bersiap berangkat menuju lapangan aksi di Bunderan HI. Sebelum keberangkatan, mereka diberi pengarahan aksi oleh Koordinator Lapangan untuk LDK Trisakti, yaitu Djati Kusumo.

Massa Trisakti yang kurang lebih berjumlah 100 orang, dengan rincian 50 mahasiswa dan 50 mahasiswi, bergerak dari dalam kampus hingga halte Trisakti dengan berpawai mengibarkan bendera Palestina, bendera UKM Islam Hudzaifah dan bendera Indonesia. Hal ini tentu saja mengundang perhatian masyarakat kampus karena panjang pawai itu adalah dari Gedung FTI hingga Gedung FTM. Di halte, tiga kendaraan telah menanti mereka.

Menurut Ketua UKM Islam Hudzaifah, Djati Kusumo, inilah untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, UKM Islam Hudzaifah dapat mengerahkan massanya dalam aksi, hingga 100 orang. Allahu Akbar!

LDK Trisakti Disambut Takbir LDK Se-Jadebek
Massa Trisakti berangkat pada pukul 14.25 menuju Bunderan HI. Kendaraan pertama adalah untuk mahasiswa, yang dikomandoi oleh Didit (FH 2003). Kendaraan kedua, untuk mahasiswi, dikomandoi oleh Ulul (FKG 2002). Dan kendaraan ketiga, langsung dikomandoi oleh Djati (FTI 2001).

Sepanjang perjalanan, para mahasiswi petugas medis dari FK Trisakti memeriksa kelengkapan obat-obatan yang dibawa untuk berjaga-jaga bila ada yang sakit saat aksi.

Massa Trisakti tiba di Bunderan HI pada pukul 14.45, dengan disambut gema takbir oleh ribuan massa dari berbagai LDK se-Jadebek. Sebelum bergabung dengan massa lainnya, Korlap LDK Trisakti memberikan pengarahan kembali dan menginstruksikan kepada massa Trisakti agar menyumbang dana untuk perjuangan Palestina. Massa Trisakti kemudian melebur bersama ribuan massa mahasiswa lainnya. Mereka dengan sigap mengambil posisi sebagai pemegang panji-panji dan bendera, sebagai Bunker mobil sound, dan sebagai Border aksi. Jaket warna warni almamater bersatu untuk pembebasan Palestina.

Langit terlihat mendung saat ribuan massa berkumpul di Bunderan HI. Seakan awan ingin menaungi para peserta aksi dari panasnya terik matahari.

Orasi 3 Bahasa
Ribuan massa mahasiswa dari 20 LDK Universitas di Jakarta-Depok-Bekasi mulai bergerak menuju Kantor PBB dan RRI dengan disertai yel-yel dan komando dari mobil sound, pada pukul 15.05. Massa dikawal oleh beberapa polisi.

Di Kantor PBB dibacakan kecaman-kecaman dan tuntutan atas perlakuan Israel terhadap bangsa Palestina. Orasi dibacakan dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Orasi dibacakan dengan 3 bahasa adalah agar media-media massa internasional seperti Al Jazeera, CNN, CNBC dan lain lain, dapat mempublikasikan aksi ini dengan mudah, tanpa harus ada proses translation. Inilah ciri intelektual mahasiswa.Di depan Kantor PBB ini juga dilakukan aksi membelakangi kantor PBB sebagai perwujudan dari masalah Palestina yang tidak pernah dikedepankan sebagai masalah dunia.

Aksi Disiarkan RRI
Tujuan selanjutnya dari para ribuan massa mahasiswa ini adalah RRI. Ketika massa melewati Bank Indonesia, beberapa peserta aksi dari berbagai universitas, terlihat kelelahan dan beristirahat. Peran Medis Aksi sangat membantu untuk menjaga dan memberikan pertolongan pertama.

Pada pukul 16.05, massa mahasiswa sampai di Kantor RRI. Mereka membacakan “8 Perspektif Lembaga Da’wah” atas Permasalahan di Palestina. Ketua SALAM UI, Arya Shandiyuda, memberikan press release kepada para wartawan yang hadir saat itu, seperti Indosiar, Trans TV, Jak TV, dan lain-lain. “Aksi ini adalah sebagai rasa solidaritas untuk masalah Palestina, masalah yang seluruh dunia tahu, tetapi belum bisa tersentuh secara baik,” ujar Arya.

Perwakilan dari massa akhirnya berhasil masuk kedalam Kantor RRI pada pukul 16.20 untuk melakukan siaran. RRI berjanji bahwa siaran itu akan dipublikasikan di semua stasiun radio pada pukul 17.00. Di luar Kantor RRI, Happening Art dihadirkan oleh para mahasiswa dari LDK PNJ (Politeknik Negeri Jakarta). Happening Art ini berbentuk teater yang menggambarkan kondisi tertindasnya bangsa Palestina.

Di lapangan, banyak panitia aksi memakai ear phone dikuping mereka, ketika ditanya alasannya oleh Tim Media Trisakti, mereka mengatakan bahwa ear phone itu berfungsi untuk berkomunikasi, dan untuk mendengarkan berita tentang aksi ini di radio.

Akhirnya aksi hari itu ditutup oleh do’a yang dibacakan oleh mahasiswa dari LIPIA. Massa mahasiswa bergerak menuju Masjid Istiqlal untuk menunaikkan ibadah Shalat Ashar. Saat perjalanan menuju Istiqlal, massa melewati Istana merdeka dan Mahkamah Agung. Hujan pun turun rintik-rintik, seakan ingin menyambut kedatangan massa yang sudah sampai di Masjid Istiqlal.

Ada Media Tidak Independen
Berdasarkan pengamatan Tim Media, banyak Media Massa TV yang meliput, tetapi sedikit yang menayangkannya secara eksklusif (atau malah mungkin tidak ada).
Salah satu stasiunTV swasta pada Jum’at malam memberitakan bahwa Massa mahasiswa yang beraksi hanya sekitar 300 orang. Padahal kenyataannya, dari Trisakti saja sudah 100 orang, apatah lagi bila ditambah UI, UNJ, dan universitas lainnya. Bisa dipastikan, jumlahnya tidak ratusan, tetapi ribuan!

Aksi Solidaritas hari itu selesai, tapi permasalahan Palestina belum terselesaikan. Terpatri dalam diri para mahasiswa Indonesia untuk kembali melakukan aksi yang lebih hebat dan berbuat lebih banyak lagi sampai akhirnya Palestina benar-benar terbebaskan. Khaibar.. khaibar ya yahud jeisu Muhammad saufa ya’ud! (AW/DA)


BERITA FOTO

Image Hosted by ImageShack.us
Berkumpul di depan sekret UKM Hudzaifah

Image Hosted by ImageShack.us
Panjang kepala dan ekor barisan pawai
dari sekret UKM hingga gedung FTM

Image Hosted by ImageShack.us
Semangat Trisakti persiapan aksi di depan halte

Image Hosted by ImageShack.us
Ayo.. rapatkan barisan!

Image Hosted by ImageShack.us
Pengarahan ulang dari Korlap

Image Hosted by ImageShack.us
Persiapan Tim Medis FK Trisakti

Image Hosted by ImageShack.us
Tiba di HI. Siap melebur bersama ribuan massa lainnya

Image Hosted by ImageShack.us
Berkibarlah bendera Palestina, UKM Hudzaifah dan Indonesia.

Image Hosted by ImageShack.us
Massa mahasiswa Trisakti.
Barisan terdepan membawa bendera UKM dan Palestina


Image Hosted by ImageShack.us
Barisan mujahid Trisakti siap bergabung


Image Hosted by ImageShack.us
Save Palestine!

Image Hosted by ImageShack.us
Ribuan massa mahasiswi dari berbagai LDK Se-Jadebek
berkumpul di Bundaran HI

Image Hosted by ImageShack.us
Border mahasiswi Trisakti-UI


Image Hosted by ImageShack.us
Jaket 3 Fakultas dan 3 Jurusan Trisakti.
Bersatu bebaskan Palestina!

Image Hosted by ImageShack.us
Menuju gedung PBB dan RRI

Image Hosted by ImageShack.us
Di depan gedung PBB

Image Hosted by ImageShack.us
Border para mahasiswa muslim se-jadebek

Image Hosted by ImageShack.us
Ketua UKM Hudzaifah, Djati Kusumo (kiri).

Image Hosted by ImageShack.us
Media Trisakti, Dimas Al Ichsan (ikat kepala Palestina).

Image Hosted by ImageShack.us
Para mahasiswi Trisakti

Image Hosted by ImageShack.us
Langit mendung menaungi massa dari panas
terik matahari


Image Hosted by ImageShack.us
Bebaskan Palestina!

Image Hosted by ImageShack.us
Bina tali ukhuwah, perkuat border!

Image Hosted by ImageShack.us
Di depan RRI

Image Hosted by ImageShack.us
Pernyataan di depan Kantor RRI

Image Hosted by ImageShack.us
Hands off Israel occupation right now!

Image Hosted by ImageShack.us
Khaibar..khaibar Ya Yahud!

Image Hosted by ImageShack.us
Di Istiqlal, beristirahat sejenak.

Image Hosted by ImageShack.us
Shalat maghrib berjamaah di Istiqlal, usai aksi.

Reporter dan Fotografer Aksi :
- Dimas Al Ichsan
- Anugerah Wulandari



"Kami adalah Mata Pena yang Tajam yang Siap Menuliskan Kebenaran"


--------------------------------------------------------------





PERNYATAAN SIKAP UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM HUDZAIFAH TRISAKTI

Dengan ini Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Hudzaifah Trisakti berpandangan bahwa :

1. Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia kontemporer yang masih terjadi kolonialisme model kuno. Ia merupakan pusat dunia, strategis baik secara potensi sumber daya alam, ekonomi, politik, maupun militer.

2. Indonesia adalah Negara Konstitusional, yang dalam Pembukaan UUD ’45 nya menegaskan sikap anti penjajahan. Maka bagi Indonesia, penjajahan terhadap bangsa manapun, sama dengan penjajahan terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Sejatinya, dalam konteks perlawanan terhadap penjajahan, tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang hingga Merauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.

3. Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia. M. Ali Taher, Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan uangnya dari Bank Internasional untuk dana perjuangan muslim Indonesia. Di saat Agresi Militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak dan negara-negara Muslim lain, melakukan boikot, demonstrasi anti Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di tengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami di Aceh.

4. Bangsa Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain termasuk Indonesia. Atas apa yang terjadi Palestina, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu : Memahami kondisi dan problematika Palestina, kemudian mensosialisasikannya kepada yang lain, sehingga segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Menyelamatkan haknya dan membebaskan Palestina dari penjajahan.

Jakarta, 8 Desember 2005
Atas nama UKM-IHT

Ketua UKM-IHT
Djati Kusumo




Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· Milis Hudzaifah
· More about UKM Islam Hudzaifah
· News by anugerah_w





Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Mahasiswa Muslim Trisakti Turut Mengguncang Jakarta Hingga Jalur Gaza | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya