Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Apabila akhir zaman semakin dekat maka banyak orang yang berpakaian jubah, dominasi perdagangan, harta kekayaan melimpah, para pemilik modal diagungkan, kemesuman merajalela, kanak-kanak dijadikan pemimpin, dominasi perempuan, kelaliman penguasa, manipulasi takaran dan timbangan, orang lebih suka memelihara anjing piaraannya daripada anaknya sendiri, tidak menghormati orang yang lebih tua, tidak menyayangi yang kecil, membiaknya anak-anak zina, sampai-sampai orang bisa menyetubuhi perempuan di tengah jalan, maka orang yang paling baik di zaman itu hanya bisa mengatakan: tolonglah kalian menyingkir dari jalan, mereka berpakaian kulit domba tetapi berhati serigala, orang paling ideal di zaman itu adalah para penjilat.

-- HR. Thabrani

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 986  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...30. 59. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.   (QS. Ar Ruum [30] : 59)
 
Cerpen [6593 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Kisah Perjalanan Hidup : Ketika Wanita yang Kucintai, Pergi Meninggalkanku...
Posted by: admin on Saturday, August 26, 2006 - 07:40



Hudzaifah.org

Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku

Air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci selalu di kumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdo`a untuk putera-puterinya

Oh Ibu ku, engkaulah wanita
Yang kucinta seumur hidupku
Maafkan anakmu, bila ada salah
Pengorbananmu tanpa balas jasa

Ya Alloh ampuni dosanya
Sayangilah seperti menyayangiku
Berilah ia kebahagiaan
Di dunia dan Akherat



Persembahan unyuk Ayah dalam rangka Miladku



Ibuku terkena kanker rahim

Ibu adalah jantung dalam setiap rumah, yang mengaliri detik-detik hari dengan keberadaannya. Sejak kita membuka mata hingga menutup mata kembali. Saat semua masih berselimut hangat dalam tidur, langkah kakinya sudah menapaki awal fajar yang dingin. Gemericik air dan bunyi ketel seolah menjadi iramanya dalam mengucapkan salam selamat pagi. Lalu, sujud panjang menjadi ritual perbincangannya dengan Alloh di sepertiga malam terakhir. Bulir-bulir air mata membasahi mukenamu, menjadi satu kepasrahan yang sudah menyatu dalam setiap tarikan nafasmu.

Apa yang ada dalam benakmu, ibu ? seolah rahasia itu adalah harta terbesarmu yang hanya kau bagi dengan Alloh. Dan yang kau sisakan untuk anak-anakmu atau suami tercintamu hanyalah rasa ingin memberi. Seakan seluruh dunia pun akan kau sembahkan untuk melihat anak-anakmu yang menangis menjadi tersenyum.

Ibu doamu yang panjang selalu menjadi hadiah saat aku membuka mata, menyambut hari tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tergesa-gesa mementingkan diri hari itu tanpa mengucapkan kata cinta ditelingaku. Dan doa itu pula yang mengantar aku pergi dan meraih apa yang aku inginkan. Dan menjelang sore, saat kelelahan membebani ku. Doa itu pula yang menjadi pelipur lara atas kekalahan atau kegagalan. Doa yang diterjemahkan olehmu dalam hidangan makan malam yang lezat, belaian lembut yang menghibur, dan nyanyian selamat tidur sampai mata ini menutup, lelap oleh mimpi-mimpi malam. Doa itu telah mengiringi ku sejak diri ini hanya nutfah dan ketika kau melahirkanku ke dunia, aku hampir meninggal kekurangan cairan otak. Hingga kini ku telah tumbuh menjadi dewasa. Saat melahirkan, membesarkanku, Semua itu kau sembahkan tanpa pamrih, tanpa bayaran.

Ibu…Apa yang merasuki dirimu sehingga energi mu untuk mencintai dan memberi begitu besar ? Bahkan untuk seorang yang tak pernah memaknai keberadaan mu sekalipun. Seolah-olah cinta mu bagi kami bukanlah nikmat, melainkan sesuatu yang biasa-biasa saja atau malah berlebihan. Mungkin aku lupa mengucap selamat pagi padamu, tapi ibu tak pernah lupa mengucapkannya, meski hanya lewat segelas susu atau sepiring nasi goreng.

Pada sosok itulah aku menghormati mu, sosok yang sangat hampir meregang nyawa demi sehirup nafas yang mengantar ku pada kehidupan. Sosok yang tak pernah mengungkit betapa melelahkannya bangun dimalam hari, hanya untuk setetes air kencing yang membuatku protes, dan memberikan air susunya sambil menyanyikan senandung sayang tanpa meminta bayaran.

Ibu…Pelukan hangat mu bagaikan selimut saat tubuh ku menggigil kedinginan. Pelukan itulah candu yang membuat ku nyaman saat bayi dulu. Mungkin aku telah memanipulasi tangis untuk mendapat sedikit perhatianmu, walau aku tidak memperdulikan apakah kau sedang bersedih, sakit, atau kelelahan. Denyut jantungmu pernah sedemikian dekat dengan telingaku, nyanyianmu pernah menjadi pengantar tidurku. Padamu, ada tatap mata lembut yang mengajarkanku kasih sayang. Padamu ada sejuta cara untuk mengungkapkan rasa cinta. Setiap kali kau pergi, tak pernah seluruh hatimu ikut dibawa pergi. Karena aku adalah separuh jiwamu, mungkin juga menjadi motivasi bagimu untuk bertahan hidup.

Ibu… Apakah pernah terlintas, bahwa separuh usiamu selalu kau berikan untukku, anak-anakmu dan suamimu tercinta.

Semua penghormatan dari orang lain dan bahkan semua egomu telah kau serahkan tatkala tangisan pertamaku terdengar. Semua kesendirianmu telah kau gadaikan tatkala janin itu tertanam dalam rahimmu. Semua amarah, semua tangis, dan semua keluh telah dengan sengaja kau tenggelamkan demi melihatku tersenyum.

Super woman itulah ibu.
Yang keberaniannya melahirkan seorang anak dihadiahkan syahid oleh Alloh. Yang dalam sehari, ia bisa menjelma menjadi seorang ibu, atau seorang PEMBANTU sekalipun.

Ibu…Pengorbanan adalah kata yang tak pernah lepas darimu. Untuk seorang anak durhaka sekalipun. Untuk seorang anak yang menolak saat ibu meminta sedikit waktu darinya ( Atau jangan-jangan ibu bahkan tak pernah berani meminta nya ). Untuk seorang anak seperti ku yang menumpahkan keluh dan protes atas kesalahan yang tidak kau mengerti. Untuk seorang anak yang tidak pernah mencoba memahami besar cinta yang telah kau serahkan. Untuk seorang anak yang tidak tahu berterima kasih setelah apa yang kau berikan.

Kini kau telah pergi, penyakit kanker rahim telah menggerogoti fisikmu…
Sebuah memory terindah dan termanis bersama mu ( Betapa istiqomahnya engkau ibu-ketika ayah memutuskan untuk membagi cintanya dengan wanita lain, tanpa alasan syar`i…). Hanya do`a yang dapat aku persembahkan atas segala pengorbanan mu, Melalui rahimmu aku lahir kedunia. Melalui rahimmu pula Alloh menyayangimu…

Ketika ayah menikah lagi

Ayah…Banyak yang TIDAK AKU MENGERTI tentangmu…Masa lalumu, baik bersama ibuku…maupun ketika kau memutuskan untuk menikahi wanita lain selain ibu kandungku… Demikian pula ketika kau berkali-kali di khianati istri keduamu……Entah hal apa yang menyebabkan engkau (Ayah) selalu di khianati dengan beberapa rentetan lelaki di belakang mu, Sungguh dzolim kamu ma (isteri kedua ayah)…sempat terfikr disela renungan di sepertiga malamNYA, “Ya Alloh kurang apa Ayah ku kepadamu ma, kurang apa?”

Tidakkah terfikir olehmu (isteri kedua ayah)… Kurang apa ayahku??? Jawab!!!
Ibundaku menerima ujian dariNYA, beliau ikhlas berbagi cinta denganmu (isteri kedua Ayah) fikirkanlah baik-baik, kurang apa? Kurang tampan ? Kurang gagah ? kurang muda ? Kurang setia ? Segala keinginanmu ayah turuti dan bahkan sangat ia usahan demi untukmu ma, mama, apa maumu ? Apa kau hanya menginginkan harta ayahku, saja??? Apa mau mu ma? Apa kau hanya ingin memperturutkan nafsu duniamu saja??? Atau kau hanya ingin memperturuti segala egomu???jawab!!!

Apakah tidak cukup gambaran dosa-dosamu diperlihatkan ketika kau mencoba menunaikan rukun islam ke-lima dalam islam (haji). Sungguh Alloh tidak mau membuka an pintu bagi tamu-tamu-Nya yang hina, untuk dapat masuk kedalam rumahNya…walau pun kau tak mau mengakui atas kejadian-kejadian di rumah Alloh tersebut…Tapi Alloh mengutus teman seperjalanan hajimu, yang tanpaku minta ia bercerita kepadaku, tidak hanya pada u, tapi juga orang yang telah kau sakiti, ibu kandungku…Belum cukup kah kau dengan semua ini ? Tidakkah kau mau bercermin dengan apa saja yang telah kau perbuat selama ini? Apa kurang diperlihatkannya dosa-dosamu ditanah suci? Jawab!!!

Jikalau pun kalian (ayah dan mama ) masih saja diam beribu bahasa…………
Tak mengapa bagiku, jika memang engkau tidak mau bercerita, ataupun berterus terang pada ku…Sungguh aku sangat dan bahkan sangat yakin dengan sepenuh hati, bahwa Alloh yang Maha Tahu dan Maha Segala-galanya, tak kan pernah luput sebesar biji dzarah pun yang tidak diketahuinya, dan sungguh tidak akan pernah ada sehelai rambut pun yang jatuh tanpa izin Nya…Subhanalloh, Saksikanlah bahwa aku termasuk orang-orang yang selalu berserah diri hanya pada MU….Ya Alloh…Allohu Akbar…Ya rabbana…Ya rabbul izzati, Sungguh terasa indah dan bahkan sangat tentram hati ini, ketika Asma MU selalu yang ku sebut…

Biarlah luka dan rasa sakit hatiku ini, kupendam, dan kutata rapi serta kemudian ku simpan dalam hati kecilku ini… Betapapun, meski, walaupun, dan bagaimana pun kau (Ayah) belum sempat membahagiakan ibu kandungku, apakah tidak pernah terbetik dalam hatimu untuk membahagiakanku, atau sekedar memberi perhatian sejenak pada ku, anakmu ??? Ayah… Ayah…tidak bisa kah kau luangkan waktumu untukku ??? Ya rabbana kenapa dengan diriku ini ???

Ya Rahmaan, dikala aku merindukan Ibu, memoryku terus dan bahkan selalu terngiang-ngiang disaat masa kanak-kanakku dulu, kau (Ayah) masih menyempatkan diri untuk bercanda dengan buah hatimu ini (anakmu) dan bahkan aku masih sangat ingat, kau selalu berusaha menyempatkan diri walaupun hanya sekedar menjemputku pulang ke rumah ketika bel sekolah berdering, yang menandakan agar aku dapat beristirahat di rumah bersama ibu…walaupun terkadang lebih banyak jarang menjemputku, yang sudah dapat aku pastikan dan ku mengerti bahwa kau selalu s-i-b-u-k…

Ayah tahu kah kau ??? Betapa aku sangat merindukan perhatianmu, Ayah !!!
Namun, Entah mengapa harapan ku seolah-olah sirna…seakan-akan asa ku itu hanya sebuah mimpi…Entah, Sungguh aku tak tahu apa yang terpendam atau tersimpan dalam hati mu… Apakah mungkin kau sungguh begitu tak mau menyakiti ku ??? Ataukah kau memang sangat-sangat sibuk ??? Hingga waktu mu, kau habiskan demi sebuah kata bernama U-A-N-G ??? Hingga yang tersisa untuk ku hanya kelelahan mu… Apa menurut pandanganmu aku hanyalah sebuah makhluk atau onggokan daging yang tidak berguna dan bahkan tak berharga lagi ??? Apa karena aku hanya menjadi penghambat segala kesenanganmu dengan dzat yang bernama N-A-F-S-U, iya nafsu duniamu ??? Kenapa selalu itu yang menghalangi dan bahkan menjadi reason-mu, untuk menjauh dan bahkan menjaga jarak padaku ??? Ayah… Apa salahku, padamu ??? Ayah tidak dapat kah kau menganggapku sebagai anakmu ??? Buah hatimu ??? Atau minimal akuilah aku sebagai manusia yang masih sangat memiliki H-A-T-I…..

Untuk mama…Apakah belum cukup kau menyakiti keikhlasan hati ibu kandung ku??? Apa sekarang kau sengaja memfokuskan diri untuk menyakiti diriku, yang memang sangat jelas darahmu tidak mengalir dalam tubuhku? Tapi ma, aku tulus memanggilmu mama, karena kau wanita yang dipilih ayahku, sebagai pendamping kedua dalam hidupnya…Tidak kah kau dapat sekedar menegurku dengan penuh kasih sayang yang tulus ikhlas karena Alloh??? Kenapa tak henti-hentinya selalu kau mencari-cari sekecil apapun bentuk kesalahan dan kelalaianku??? Kenapa ma??? Lantas mengapa pula jika Ayah berusaha membelaku, dan kau selalu menunjukkan sikap yang tidak senang denganku bahkan apa yang salah pada ayah ku??? Dan apakah itu berarti kau ingin mengecewakan aku yang sudah jelas aku telah di tinggal ibu kandung ku??? Dan ataukah kau tega atau dapat dikatakan sengaja menyakiti orang sebaik ayah tercintaku??? Mama sadarlah!!! Apa yang ada dalam benakmu??? Ma, apa yang hendak kau capai dengan ini semua, apa??? Jawab??? Ma, aku sangat yakin kau masih memiliki hati nurani, bukan?

Astaghfirullah Ampuni aku ya rabb atas segala prasangka-prasangkaku. Aku sadar akan sebuah kalimat “Jauhilah sebagian prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa”…Ampuni aku & Lindungilah aku, Ya Alloh, hamba yang lemah ini……

Teringat akan sebuah ayat, semoga kau (ayah) mau merenungi atau memahami kata demi kata bunyi /bait demi bait makna yang tersirat didalam ayat NYA ini, Bismillah : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isteri mu dan anak-anak mu ada yang menjadi musuh bagi mu…” ( Qs At-Taghabun [64]: 14 ).

IBU…IBU…IBU… SUNGGUH AKU SANGAT DAN BAHKAN SANGAT-SANGAT-SANGAT MERINDUKAN MU, IBU ……
Ya rabb, Lapangkan Kuburnya
Rahmatilah ia di alam kubur…dan…
Pertemukan lah kami dalam Syurga Firdaus-MU
Ayah…aku pun sangat merindukan perhatian mu, dan bahkan kasih sayang yang sangat tulus dari mu ………

Kini kau semakin menua, tubuhmu termakan oleh usia mu sendiri, fisikmu menurun, dan bahkan ototmu yang dulu kuat kini mulai mengendur, matamu yang dulu tajam menatap kini pun mulai nampak meremang. Tak mengapa, itu memang merupakan sunatullah…Satu hal yang entah harus bagaimana aku menyikapinya, mengenai penyakitmu. Iya mengenai penyakit kronismu…Alloh mengutus beberapa penyempitan pada pembuluh jantungmu, yang menurut para medis sudah sangat kritis, bagaimana tidak penyumbatannya sudah mencapai angka 80 %..... Dokter kepercayaanmu pun sangat menyayangkan kondisi fisik mu yang semakin hari makin melemah, ditambah kau harus menerima kenyataan bahwa trombositmu sudah tidak mampu memproduksi lagi, dan sangat dapat di pastikan bahwa kau tidak dapat menjalani operasi jantung, yang sudah terjadwal berkali-kali, namun harus di tunda berkali-kali pula, bahkan harus digagalkan…Apa kah kau tidak mau memikirkan hal tersebut, ayah??? Renungilah…Bahwa Alloh sangat memiliki peran disana(dalam penyakitmu, ayah)

Sekarang apa yang dapat kau banggakan dan bahkan apa yang dapat kau harapkan dari orang-orang yang selalu kau beri perhatian lebih, kau manjakan dan bahkan kau berusaha menuruti segala permintaan-permintaannya…Apa ??? Jawab ayah ???

Dikala sakit dan ketika serangan demi serangan dari jantungmu yang berontak tatkala. Hmm afwan (maaf) entah apa, mungkin Alloh menunjukkan bahwa DIA (Alloh) ketika merasa ada diantara seorang hambanya yang tersakiti atau bahkan terdzolimi, DIA tidak akan pernah senang, sangat mungkin kesedihan-NYA ia limpahkan kepada dzat bernama J-A-N-T-U-N-G mu….

Ayah, Sungguh demi dzat NYA, aku tak pernah sekalipun menaruh rasa dendam padamu…tapi mungkin sedikit-dikit rasa kecewa padamu itu pernah ada, tidak hanya padamu saja, tapi pada seorang wanita yang selalu kau manjakan itu…Astagfirullah, Ampuni aku ya rabb…kenapa aku ingin pertanyaan-pertanyaan ku ada yang menjawabnya:

1. Kurang apa ibuku, Ayah ? kurang telatenkah ia dalam mengurus rumah dan bahkan ke empat anak-anaknya buah cinta kalian ??? atau, apakah sudah kurang menarik lagi kah ia di matamu??? sedih hati ini hanya karena penyakit yang ia (ibu ku) pun tidak mau dan bahkan sangat tidak menghendakinya ? Ya Alloh ayah, jika itu yg menjadi reason mu untuk menyia-nyiakannya…Naudzubillah..dimana keadilan MU ya Alloh…. Begitu lama aku hidup dalam kesedihan, terpisah lama dengan kakak pertama ku, terpisahnya aku dengan ibu kandungku (karena ibu tidak di perkenankan bertemu atau menemui keluarganya disebabkan penyakit yang di derita), jauh bahkan lama aku tak memperoleh perhatiannya (ibu), bahkan aku tak utuh memperoleh ASI ekslusifnya, menjelang kanak-kanak aku hidup penuh dengan kucilan teman-teman sebaya bahkan kakak kelas dan bahkan yang menyedihkanku orang tua dari teman-teman sebayaku, tetangga rumah pun seolah-olah mengucilkan kami, maka tumbuhlah aku menjadi seorang gadis cilik yang menutup diri…

Semasa Kecil

Iya, jika sepulang TKA/TPA aku langsung masuk kamar, teman sejati pun tak pernah kutemui, karena senjata ampuh atau dalih mereka (mereka disini adalah teman-teman sepermainan) adalah “udah deh kamu khan curang, dia menang karena curang, coba aja piker deh ibunya aja begini-begitu, apalagi bapaknya, engga pulang-pulang, udah yuk kita jauh-jauh aja sama dia, ih rugi deh bertemen sama orang aneh." Aku hanya pulang dan hanya bisa menangis, mengeluarkan linangan air mata kala itu. Sesampai di rumah hanya kakakku saja yang sedikit banyak dapat menenangkan hatiku, ucapan beliau kala itu “Ya uda, ga usah di pikirin, mereka begitu karena mereka hanya tau kita sedikit aja, uda deh kamu jangan sedih gitu, ya!”

Entah kemana ayah ??? Ketika aku dan juga ketiga kakakku membutuhkan perlindungan serta perhatian seorang ayah ??? Cukup dan bahkan sangat lengkaplah penderitaan u, kala itu usia u baru beranjak enam tahun, baru masuk SD. Iya, SD ku dekat dengan rumah kakek… Entah bagaimana kronologisnya ada yang memberitahukan ke diri ini yang hanya membuatku semakin sedih, kala itu pertama kali aku menginjakkan kaki di sebuah lingkup sekolah yang tentunya akan lebih banyak kutemui manusia dengan berbagai sifat dan karakter. Bayangkan, saat itu aku hanya di antar kakak hanya sampai gerbang pintu masuk SD itu saja.

Terbayang betapa akan banyak kucilan yang akan aku terima nanti ketika aku harus memperkenalkan diri atau minimal namaku saja. Sungguh pada saat itu aku belum mengenal ayat, bahwa Alloh sesuai persangkaan hamba nya…benar dan sangat tepat, disaat jam istirahat aku masih mengaku sebagai jagoan dan meremehkan semua gunjingan yang ada pada diri ini…, tapi emang dasar aku masih punya perasaan, dan ngerasa bahwa sabar itu ada batas nya, duh walhasil ga kebendung lagi hati yang dari awal melangkahkan kaki ke gerbang pintu sekolah uda coba-coba menahan, ya uda deh ketika lonceng sekolah dipukul yang menandakan tiba saatnya untuk pulang.

Detik demi detik, menit demi menit menunggu dijemput kakak, ketika klakson mengagetkanku, aku langsung lari menghampiri kakak, dan lagi-lagi aku menumpahkan keluh kesah dan bahkan kesedihanku padanya, so pasti yang kuperoleh ya hanya kata “Uda kamu yang sabar aja.”

Semasa SMP

Beranjak ke sebuah jenjang sekolah lebih tinggi, SMP ya kala itu letak SMPku ya ga jauhlah dari SD, bahkan bisa dikatakan hanya berbatas tembok aja dengan SD ku. Aku tumbuh dengan banyak problem, terkadang aku bisa menyerupai anak nakal (nakal disini tidak sampai nge drugs, karena zaman dulu belum ada) iya nakalnya aku tuh, aku tuh hoby banget ngumpetin sepatu atau seragam temen yang kalau jam istirahat rasa iseng itu muncul ( hehe..) tapi yang bikin uniq dengan ke isenganku tsb ada temen pria yang melirikku, kebayang ga, hmm ga jauh-jauhlah yang melirik aku tuh uda dapat dipastikan ya biannya atau dedengkotnya tukang iseng bin usil…maklumlah dulu aku masih jahil-iyah, yah hanya sekedar sampai bekerjasama dalam bidang iseng-mengisengi orang aja.

But we have one principle adalah ga kan pernah main-main dengan yang namanya guru atau bahkan kepala sekolah. Khawatir di skorsing aja. Dasar kurang ikhtiar dalam bidang iseng, Alhasil ada aja yang ga seneng dengan ulah kita dan bahkan samapai dilaporkan ke meja KepSek dan menjadi Headline Mading sekolah, sampeilah pada sebuah teguran dari KepSek.

Saat itu kami kapok+Taubatan Nasuha.., dan kumulai asyik dengan kegiatan PMR karena serunya ialah jika harus ke kuburan malem-malem buta untuk sekedar ngambil slayer, dari anggota tubuh pocong atau mayat beneran, karena atribut tsb sebagai tanda uji nyali dari sebuah pelantikan yang berakhir dengan siram-siraman air kembang tujuh rupa pertanda berhasilnya naik peringkat menjadi PMR Sejati… Terkadang jiwa keisengan atau usil masih menderaku, entah pada saat LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) seluruh ekskul di SMP tercinta dilaksanakan di daerah Sukabumi.

Ga tau gimana ceritanya, aku tuch sehabis mandi, khan, pake seragam PMR kebanggaan dengan berbagai atribut di kanan-kiri lengan, eh tiba-tiba aja, tepat banget baru makan segigit PisGor dan baru nyerumput seteguk The manis hangat-hangat kuku, kakak kelas Senior OSIS memanggil-manggil “PMR-PMR tolong disini ada yang pingsan, tolong” merasa diri PMR yang Sejati tanpa pikir panjang aku langsung lari ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) mencari tempat sumber minta tolong, ternyata sebuah kelas yang menjadi hunian senior OSIS pria, tanpa pikir panjang aku langsung masuk diikuti beberapa teman PMR yang lain. Masya Alloh ternyata mereka hanya mau ngerjain anggota PMR, yang sangat sial saat itu adalah aku. Iya aku belum kenal yang namanya ghadul bashar.

Ih ga kebayang aku, (maaf) sempat melihat tubuh mulusnya ketua OSIS yang merupakan idaman kaum hawa saat itu (dulu)…hmm Masya Alloh pro-kontra terjadi diantara kakak Pembina PMI Daerah Jakarta Barat, ada yang ngasih “selamet ya i rezeki tuh”, adalagi “aduh aku ngimpi apa semalem, sampe sial kayak gitu” Duh Gusti, Hmm lupakan saja and let make everything fun, ok ?

Semasa SMA

Beranjak SMA merasa uda gada temen berantem lagi seperti di SMP mulailah dengan ekspansi/bergerilya dengan kakak-kakak OSIS, uniknya ternyata OSIS SMA serta kakak panitia MOS kala itu dipegang semua sama anak-anak Alim bo!, Subhanalloh kaum Adamnya semakin aku lihatin dari jauh semakin menundukkan pandangan, wah makin seneng banget tuh aku, karena jarang-jarang ketemu “Makluk Aneh” macem itu dikehidupanku yang sangat jauh berbeda dengan SMP yang begajul abiz…yang (maaf, meminjam jargon MTV:“gue banget”,) tuh aku dulu basket mania juga lho (tapi sadar diri tubuh kurang tinggi,akhirnya ga menjadi atlet kebanggaan sekolah)..., uda gitu ditambah orang aneh.

Iya kala itu aku menganggap empet banget dengan jilbab yang identik dengan (maaf) kolot dan ga maju,…tapi ada satu akhwat yang rada aneh, ga kapok uda jelas-jelas aku cuekin dia malahan membalas dengan ramah, penampilannya sih biasa aja, tapi satu hal yang membuat aku ke sem-sem atau kepincut dengan orang aneh itu adalah jiwa pantang menyerahnya untuk menaklukan hatiku ini yang ogah banget kalau diajak kajian Rohis.

Padahal kala itu aku sangat tertarik dengan PS (Paduan Suara) seneng aja karena pembinanya lihai memainkan organ, dan alat musik lainnya, dengan ketertarikan aku pada dunia seni musik, sampai-sampai aku punya alat musik organ sendiri, ampe pianika dan segala jenis alat musik angklung, ada gitu. Duh kalau tahu dulu, (aku malu) aku tuh semua lagu yang lagi ngetrend saat itu inginnya diaplikasikan ke alat musik milik sendiri, walhasil ke kamar mandi pun, mandi jadi lama gitu, ya karena diiringi senandung sekaligus nyanyian western. Duh kalau inget malu deh…Soalnya dulu belum tahu larangan atau bersenandung di kamar mandi, yang sangat dilarang.

Entah gimana ceritanya, kakak kelas akhwat aneh ini menjadi fokus pikiranku karena setiap tutur katanya penuh makna, walau hanya ngebahas hal-hal yang kecil-kecil yang ga penting dan ga pernah kebayang sama aku sebelumnya gitu…

A-N-E-H tapi N-Y-A-T-A hanya kata itu yang dapat aku berikan kepada orang itu…Tapi sungguh menakjubkan, ternyata akhwat aneh tersebut mampu menyedot perhatianku, hari demi hari yang kutemui dan kukenal orang itu semakin pantang menyerah untuk menaklukan HATI ini, mulai dari ngajak solat dhuha ditiap jam istirahat pertama, uda gitu pake disamperin ke kelas. Duh sempet-sempetnya sich…uda gitu aku kerjain aja dengan, ”Ka aku mau solat dhuha, tapi dengan satu syarat jajanin aku ya, aku laper dan haus banget nich.” Boong banget padahal saat itu aku orang yang sangat tidak berkekurangan, alias cukup lah, dan anehnya dia itu ga marah dan ga kapok. Wah lama-lama aku ngerenung, kok ga enak ati gini ya. Dosa ga ya? orang aneh itu kalo aku liat dia itu tulus ikhlas dengan semua keinginanku dan sangat ingin aku berubah sepertinya, minimal berubah sedikit lebih baik gitu.

Wah ga tega dan kapok banget dan mungkin bahkan rugi kali ya, kalo orang baik kayak gitu terus-terusan aku kerjain…coba deh kalo besok Jum`at dia minta aku untuk ikut keputrian rohis, coba ah dateng, asli lama-lama kepincut, berlanjut ke sebuah acara Rohis yang ada Hiking nya bo`, kalo kata mereka Tafakur Alam gitu deh, tanpa pikir panjang, apapun namanya aku harus ikut karena Hiking nya itu lho bo`…Ternyata ga hanya Hiking tapi juga ada games islam yang menarik dan unik..

Terus ada yang namanya Mentoring, sempet kepikir mentoring jenis benda macem apa gerangan ya ? bodo amat deh, selama membuat aku easy going, fun and fresh mah hayuk aja…ternyata kaget bo’ (basket mania ini) tersentuh dengan topic bernama J-I-L-B-A-B, wah sampeilah kakak mentor membuka Qur`an pada suatu ayat 30 dan 31 dari Surat An-Nur dan Al-Ahzab ayat 59…bo` (kemana aja ya ? ko aku baru tau itu perintah ada disana. Duh kirain mah pake jilbab dan menutup aurat tuch Sunnah. Ya wajib hanya bagi orang-orang Arab aja). Teringat sewaktu SMP khan punya sohib perempuan Arab satu dan hanya dia satu-satunya yang pake jilbab. Oh my god, Hmm dasar anak jahili yang ga pernah touch Qur`an gini deh.

Sekali kenal dua ayat tsb tentang perintah nutup aurat, uda kacau balau, makan ga enak, tidur ga tenang, selalu terngiang kata-kata Mba Nuri (kakak mentor waktu SII dulu). Ya Alloh, apa ini hidayah-Mu ? Di dalam kamar kukunci pintu dan menyoba-nyoba busana muslim & kerudung plus jilbab milik ibunda tercinta. Ko makin aneh (maksudnya ko, bener ini aku ??? ). Sempet terfikr gimana ya ? Khawatir merasa ga asyik lagi, kalo tiba-tiba aku harus dan kudu hijrah.


Aku mendapat hidayah-Nya

Iya aneh 3 hari 2 malem waktu SII khan diwajibin pake jilbab, ternyata oks juga ya…Hmm sampe kakak akhwat aneh itu membenarkan kalo aku sedang dapat hidayahN-YA… “Tenang, emang kalo orang mau berbuat baik atau menjalankan perintah-NYA akan banyak cemoohan dan gunjingan karena itu merupakan ujian-NYA agar kamu menjadi lebih baik dan naik peringkat, kalo pun toh nanti temen-temen cowo godain kamu juga, Insya Alloh pasti godainnya yang baik-baik, yaqiin dech.” Akhwat aneh itu berkomentar ttg kondisiku…

Hari pertama nutup aurat rada aneh, harus srabak-srebek, karena belum terbiasa dengan benda mati bernama R-O-K Puanjang bo`, sampe mata kaki, uda gitu cobaan silih berganti menjadi sebuh do`a-doa, mulai dari “Eh, lu beneran uda berubah wah uda tobat lu, selamet ye bu aji” dan “Eh , Assalamu`alaikum Coy” ….

Aneh, tapi justru pada saat itulah titik balik dalam hidupku, minimal menjadi lebih baik dikitlah, dan yang ga disangka dan tak kuduga kenapa sekolah memberiku gelar biangnya Rohis, menjadi akhwat ter-saklek, atau ekslusif.

Iya ko` makin lama-makin ga nyaman ya dengan kesaklekan diri ini, by the way bodo amat, Easy going aja lah and No matter what they say” lha wong, I know the best ko'. Dengan ketekunan dan kesaklekan ilmu yang aku peroleh dari “kelompok kecil” yang katanya sarana tarbiyah (Mentoring) gitu. Hal yang sebelumnya ga pernah aku sangka dan duga, aku berhasil menyabet dua gelar sekaligus, yakni:

1. Biang nya Rohis, dan anggota Rohis Delima terkenal dengan julukan kelompok The BIG (Boycot Israel Goods ), dan TA`WADHU ( TA` baWA DHUit ) karena menurut survey atau riset yang dilakukan oleh guru-guru dan para karyawan, kami anak Rohis jarang banget jajan, keseringan shoum sunnah…dengan terbukti disaat jam istirahat pertama kami manfaatkan untuk solat dhuha dan langsung masuk kelas untuk prepare mata pelajaran berikutnya , dan pada saat jam istirahat kedua, kami anak Rohis ber fastabiqul khoirat dalam memperoleh air wudhu dan khususnya para akhwatnya asyik rebutan mukena. Terutama aku (he3x..). Dilanjutkan sholat sunnah ba`da zuhur dan berlanjut pada sebuah Kuliah Tujuh Menit. Pulang sekolah, kita ga langsung go home tapi ngadain SCR: Study Club Rohis salah satu mentoring akademik dibidang eksak aja, yang merupakan mitra dengan KIR (sewaktu, ehem aku yg jadi ketua KIR). Yang keberadaannya mendapat lisensi dari sekolah. Yang peruntukkannya untuk ngebantu siswa/I yang nilai eksaknya dibawah rata-rata.

2. Aku jadi ketua KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), ga kebayang sebelumnya oleh aku sendiri dan sesama teman ikhwah Rohis yang lain... Aku terpilih jadi duta ekskul ini, gimana ga?! Soalnya ekskul ini, ya sejak aku jadi anggota tuh ga ada anak muslimnya, ya terkecuali anak bawang ini (aku) ekskul ini. Dan ekskul ini kumpulan orang-orang intelek yang di dominasi oleh kaum Kristiani.

Subhanalloh dengan adanya aku, makin menguatkan eksistensi bahwa Rohis ga hanya jago atau gape dikandang Rohis aja yang penuh dengan suasana ruhiyah, tapi juga gape dalam bidang IPTEK (tanpa maksud untuk Riya-Ujub serta Takabur) justru dengan amanat sebagai ketua KIR ini, aku merasa harus dan kudu memberikan hal yang sangat berarti di ekskul ini.

Coba bayangkan aku harus ramah dengan Pembina ekskul ini, yang agamanya Katolik, dan ketua KIR sebelumnya juga beragama Nasrani, tapi Alhamdulillah aku bisa ngambil hati siswa/i SMA untuk masuk menjadi anggota KIR, campur-campur deh semua ada di sini. Iya ada anak Nasrani, Hindu , Budha, dan so pasti Islam bo`…Alhamdulillah dibawah komando aku KIR ini dapat membawa nama SMU ke kompetisi KIR Se-JaBoTaDeBek (kala itu yang menjadi penyelenggaranya ialah Unika Atma Jaya). Kebayang ga? nyari tempat untuk sholat syusahnya minta ampyun. Tiga hari disana tuh membuat kotingen muslim ini makan ati (lho` mana the botol sosronya ya?) hanya untuk sekedar nyari tempat kondusif solat wajib nya ajah bo.

Sebagai detik-detik dari kebelengseran diriku ini dari KIR, aku ingin memberikan hal yang terbaik, akhirnya ide brilliantku keluar, yap Rihlah tsaqofiyah, mau tau kemana? Hehe… ke Ancol bay city, kenapa kesana? Mau tau jawabannya? Hmm, kurang dana bo` (I mean, Uang kas kala itu ya sangat kering kerontang). Ngimpi dulu deh kalau mau ke Boscha.., tapi seru lho bisa foto sama Anjing laut bule, ikan-ikan aneh bahkan sama Hiu (ih syerem). Kalo menurutku pribadi sih ga syerem, I swear, lha wong hiu nya masih kanak-kanak, boleh dikatakan licik, lho ko` I mean cilik dan ramah…Mau-mauan gitu jadi temen foto model denganku….


Semasa Kuliah

Hari menjelang pengumuman SPMB aku sedih yang sangat dalam, gimana ga?! Baca pengumuman di surat kabar nomor pesertaku ga ada, yang ada hanya satu angka stelah nomor peserta ujianku, ih bikin mupeng (muka pengen). Iya siapa lagi kalau bukan si fulann yang bisa dapet FH UI. Beliau merupakan saingan terberatku sewaktu di kelas Tiga IPS dulu, gimana ga sedih?

Padahal diantara kami, uda daftar bareng ke universitas swasta, hanya sebagai ancer-ancer aja apabila kami ga lulus SPMB, ya alternative swasta nya yang bonafide gitu… Sedih bin Kesel, harus terima kenyataan kuliah di tempat yang mahasiswanya hoby tawuran, kuliah di kampus anak papa mama an, uda kebayang dalam benakku tuch kampus sarang narkoba (bukan sarang laba-laba lho), free sex. Habis gimana donks?

Apa boleh buat, kala itu ibunda tercinta sakitnya kian hari kian parah, iya, awal aku masuk kuliah berapa kali ibu harus menjalani operasi, dan menjalani kemo therapy yang membuat fisik ibu sangat menurun, rambut rontok, ga nafsu makan, dan kalau pun makan, ya disetiap suapan di muntahkan. Karena dihantui rasa mual efek dari banyaknya cairan dzat kimia yang masuk dalam tubuhnya…Dan perhatianku hanya seputar Rohis SMA, MS SMA, (yang emang uda rada sepi kegiatan, karena minimnya kader, kalaupun ada kader sangat sibuk, jadilah aku sebagai pendonatur aja kalo ada kegiatan,sekaligus tim hore-hore, maksudnya sebagai undangan aja, atau sebagai fasilitator kendaraan).

Dan ibunda tercinta, ga rela kalau aku harus kuliah keluar kota, yang berati ibu tuh sangat ingin di saat kritisnya selalu ada aku…Ga kebayang untuk aktif di kampus, apalagi harus aktif di Fakultas sendiri..setelah pulang kuliah ya kemana lagi kalu ga ke Dharmais.

Ibuku meninggalkanku, selamanya...

Dua tahun lho, ikhwah fillah, aku harus mondar-mandir kampus-Dharmais (Hehe jadi inget puisi:Karawang Bekasi) dan sebaliknya.., awal 2004 Alloh berkehendak lain. Sungguh luar biasa Alloh sangat sayang ibunda tercintaku. Mungkin Alloh uda selesai membersihkan segala dosanya kali ya (Amin Allohuma Amin). Wallahu `alam…Tepatnya 19 Januari 2004 ba`da maghrib ibu meninggalkan dunia dan aku untuk selamanya….

Semoga akan banyak Ibroh / Hikmah yang dapat di petik dari perjalanan hidupku ini…Amin Allohuma Amin. Bahwa pengalaman hidup adalahT raining Centre bagi kita.

Hanya ada Tiga amal yang dapat menyelamatkan kita setelah kematian :
1.Ilmu yang bermanfaat
2. Amal Jariyah
3. Anak saleh/salehah yang mendoakan orang tuanya..

Mengenai Ayah dan keluarga keduanya.. Hmm Semua telah kuserahkan dan bahkan telah kutitip kan urusanku hanya pada dPerjalananzat yang Maha Segala-galanya…Kuberharap suatu saat kelak semua akan terjawab semua pertanyaan-pertanyaan ku, kalau pun tidak ada yang mau menjawabnya… Biarlah waktu yang akan menjawab plus disertai dengan bukti-bukti kekuasaan-NYA.

Terenyuh jika selalu ada pertanyaan yang dilontarkan padaku mengenai “pernikahan” atau “kenapa ga cari pendamping saja?”
Berbicara mengenai satu hal ini aku punya tiga pernyataan, bukan jawaban:
1. Aku yakin bahwa semua (jodoh, maut, rezeki, dsb) sudah ada yang mengaturnya, kalaupun ingin (Qs. Ar-Rum[30]:30) dan aku berharap menjadi suatu kenyataan dari sebuah syair karangan As- Syahid Syed Qutb yang berjudul Bila Aku Jatuh Cinta.

2. Boleh jadi aku belum siap menyakiti siapapun, sekalipun itu makhluk bernama lelaki soleh (ikhwan) dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang dikirimkan Alloh untukku.

3. Pernyataan terakhirku berikutnya ialah, kalaupun tidak di dunia, aku berharap di akhirat, dan membayangkan mendapatkan seorang bidadara Syurga. Subhanallah indahnya…Amin Allohuma Amin…Do`a kan yang terbaik saja!!! Aku hanya ingin terus memperbaiki diri, agar dapat bermanfaat bagi diri ini, keluarga, masyarkat dan semua makhlukNya.

Keinginan terbesarku adalah ingin kalau pulang ke akhirat nanti, aku dapat berjumpa dengan Alloh Yang Maha Agung serta dapat berjumpa pula dengan junjungan mulia, kekasih Alloh:Rasulullah Saw, saudara, sahabat-sahbatnya, para tabi`in-tabi`in, serta moga dapat berkumpul bersama orang-orang yang menjadi jalan terlahirnya akukedunia, yaitu kedua orang tuaku. Amin ya Rabbal `alamin.

Aku adalah Muslimah APA ADAnya
(Qs. Ar-Rum [30]:30)
“Islam tidak mewajibkan kepada manusia untuk menjadikan setiap ucapannya adalah berdzikir, diamnya adalah berfikr, renungannya adalah pelajarannya adalah pelajaran, waktu senggangnya adalah ibadah,tetapi Islam Mengakui tuntunan Fitrah manusia seperti gembira dan bersenang-senang, berMain serta bersuka ria, dan kesenangan lainnya sejauh masih dalam batas yang ditentukan oleh Alloh.” (Ust.Yusuf Qordhowi)

Makna UI: Ukhuwah Islamiyah & Ukhuwah Insaniyah versi aku,
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, dan bertaqwalah kepada Alloh agar kamu mendapat rahmat.” (Qs. Al-Hujurat [49]:10).

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
(Qs. Al-Hujurat [49]:13)

“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, hingga ia mencintai saudaranya, sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari & muslim).

“Perumpamaan cinta, kasih sayang dan kelembutan sesama muslim adalah bagaikan kesatuan dalam satu tubuh, jika salah satunya terasa sakit, maka akan sakit pula tubuh yang lainnya.” (HR. Bukhari & Muslim).

“Semua makhluk adalah tanggung jawab Alloh, maka yang paling dicintai Alloh adalah yang paling memperhatikan kehidupan keluarganya.” (HR. Thabrani & Baihaqi).

“Tali iman yang paling kokoh adalah saling menolong karena Alloh, saling bermusuhan karena Alloh, saling cinta-mencintai karena Alloh dan saling benci karena Alloh.” (HR.Thabrani).

“Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua ekstrim, yakni terlalu sensitive (menutup diri) atau terlalu bebas.” (Abdul Halim Abu Syuqqah).



Bila Aku Jatuh Cinta

Ya Alloh, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu

Ya Alloh, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Alloh, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Alloh, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Alloh, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Alloh, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Alloh Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu ,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.

Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

( As-Syahid Syed Qutb )



WONDERFUL LOVE

My lord, what a wonderful thing
To have such a relationship, with You

That the best thing I want
To be Your beloved and good servant

Reff:
“You give me life, to obey You
You give me love, to share with others
And give me hope not to give up
And give me pride as a Muslim
To be a Muslim”

And now, I present you my life
To prove how much I love you so
My lord,I don`t mind die for you
To reach, special place by Your side

Alloh, to be your beloved, Alloh

---------------------------------------------------------------------------


(Dari kisah nyata. Nama penulis ada pada redaksi)


Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Keluarga
· News by admin


Most-read story in Keluarga:
Pendidikan Orang tua ke anak



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Rating

Kisah Perjalanan Hidup : Ketika Wanita yang Kucintai, Pergi Meninggalkanku... | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya