Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Setiap muslim dengan muslim lainnya adalah haram: darahnya, kehormatannya, dan hartanya.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 986  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...20. 43. Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas;   (QS. Thaahaa [20] : 43)
 
Taushiyah [1041 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Selamatkan Keluargamu
Posted by: didit on Friday, February 15, 2008 - 12:06

Hudzaifah.org - Dalam kurun waktu setahun belakangan ini kita selalu disuguhi oleh berita kekerasan, lebih spesifiknya lagi kekerasan yang dilakukan di lingkungan pendidikan.

Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana siswa sebuah perguruan tinggi tewas dikeroyok oleh senior-seniornya hingga pupuslah harapan orang tua dari mahasiswa tersebut. Kemudian ada kejadian yang lebih miris lagi, bocah SD bersama dua orang teman sekolahnya memukul teman sekelasnya sendiri juga sampai tewas. Dan terakhir yang tengah marak adalah munculnya kelompok-kelompok gangster di lingkungan sekolah, yang sebenarnya keberadaan kelompok-kelompok itu bukanlah baru tapi memang sudah lama ada. Dimana kelompok tersebut melakukan aktivitas yang bergaya bandit jalanan yang sempat marak di tahun-tahun 70-80an.

Reaksi masyarakat pun hampir semuanya sama, menolak dengan keras dan mendukung untuk segera di tindak tegas hal-hal seperti diatas. Tetapi selain mendukung sikap para pihak terkait untuk bersikap tegas terhadap para oknum-oknum pelaku, masyarakat khususnya yang diwakili oleh orang tua juga menjadi khawatir kalau-kalau anak mereka menjadi korban budaya kekerasan di lingkungan tempatnya menimba ilmu.

Sebuah dilema yang wajar bagi para orang tua, mereka menghendaki anak-anak mereka mengenyam pendidikan yang terbaik, yang dapat menunjang masa depan sang buah hati, tetapi jauh panggang daripada api. Apa yang mereka harapkan kini menyimpan sebuah kegelisahan di dalam hati. Bagaimana tidak sebuah tempat pendidikan yang dianggap baik justru tak seperti itu realitanya.

Lihatlah tempat terjadinya peristiwa kekerasan di atas, hampir seluruhnya adalah tempat mengenyam pendidikan yang secara mutu di mata masyarakat mendapat predikat baik dan bahkan ada yang dianggap istimewa di mata masyrakat. Hampir yang hendak belajar di sana haruslah memiliki uang yang tidak sedikit jumlahnya.
Sehingga ada sebuah pertanyaan besar di setiap benak orang tua kini, “hendak di sekolahkan di mana anak saya nantinya?” Sungguh pertanyaan ini kalau kita tidak di dalami, maka kita akan mengalami kebimbangan yang sama seperti apa yang dirasakan oleh hampir sebagian orang tua itu. Tetapi kalau kita mau berpikir mendalam maka kita dapat mengambil hikmah dari kekerasan yang terjadi tersebut.

Sudah sepatutnya kita memahami bahwa pendidikan terbaik itu bermula dari lingkungan keluarga. Bisa jadi para pelaku melakukan tindakan kekerasan terhadap teman sekolahnya dikarenakan tidak ada perhatian dari orang tuanya. Karena memang sebagian orang tua kini menyerahkan urusan darah daging mereka justru kepada orang lain lebih umumnya pada pembantu rumah tangga, mereka tidak mengikuti perkembangan yang terjadi pada diri anaknya, jangankan perkembangan jiwa sang anak untuk perkembangan fisik ataupun biologis saja hampir sebagian orang tua tidak mengetahui atau tidak mau tahu.

Contoh kasus kecil adalah bisa disurvei pada orang tua, berapa diantara mereka yang mengetahui bahwa anaknya telah mengalami mimpi basah atau yang wanita memperoleh menstruasi untuk kali pertamanya. Padahal zaman dahulu kala ketika Imam Syafi’I mengetahui anaknya mengalami mimpi basah maka keesokan harinya sang anak langsung diminta untuk menikah. Itulah orang tua yang benar, selain mengikuti perkembangan diri sang anak juga memberikan arahan yang jelas bagi sang anak.

Perasaan ingin menjadi perhatian adalah hal yang lumrah ada pada diri tiap orang yang memang luput dari perhatian dan kasih sayang orang yang dicintainya. Dan sudah menjadi kewajiban bagi orang yang dicintai untuk memberikan perhatian dan kasih sayang bagi sang belahan jiwa.

Kini kunci untuk menjawab permasalahan diatas berpulang pada kita semua, maukah kita memperbaiki kondisi orang-orang yang kita cintai. Walaupun bahasan di atas lebih banyak ditujukan pada orang tua tetapi tidak menutup kemungkinan bagi yang belum menjadi orang tua turut ambil bagian. Semisal bagi yang mempunyai adik mulai mengarahkannya pada hal-hal yang bersifat positif.

Bagi yang sudah berkeluarga tetapi belum mempunyai anak bisa menrnjadikan hal diatas sebagai pembelajaran. Bagi yang sudah punya anak tentunya mulai dari sekarang harus membuat rencana pendidikan yang baik di internal keluarganya, ajak diskusi si buah hati kalau dia memang sudah bisa diajak berpikir arahkan dia pada hal-hal yang membuat dirinya selalu merasa menolak ketika ajakan berbuat begatif datang menghampiri.

Apa yang terjadi disekitar kita sesungguhnya kita juga mungkin turut andil. Bisa jadi karena terlalu sibuk pada hal-hal yang jauh dan besar justru sampai mengeyampingkan hal yang dekat dan kecil dalam kehidupan kita. Ingat para pemuda adalah calon pemimpin di masa depan, maka jika mereka rusak kita turut bertanggung jawab untuk membenarkannya.

Semoga kekerasan yang terjadi membuat kita tersadarkan diri untuk kembali ke keluarga kita yang mungkin sempat kita lalaikan selama ini, dan juga semoga hal ini menjadikan kita tambah bersemangat dalam berdakwah karena sesungguhnya kewajiban yang diembankan lebih banyak dibandingkan waktu yang tersedia. [didit]

Wallahu’allam bishawab.

Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Keluarga
· News by didit


Most-read story in Keluarga:
Pendidikan Orang tua ke anak



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Selamatkan Keluargamu | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya