|
|
|
| Opini dan Aspirasi |
[679 Reads]  |
|
Antara Islam, Olimpiade, dan Barat |
Posted by: didit on Friday, April 18, 2008 - 01:26
|
Hudzaifah.org - Ketika hari jum’at yang lalu aku mengikuti sebuah wawancara untuk bekerja, di sebuah kampus ada pengalaman yang akhirnya menjadikan ide untukku menulis. Saat itu aku melamar untuk posisi account executive, tetapi karena perusahaan yang menjaring itu jugalah perusahaan yang bergerak di bidang media, maka saat wawancara aku katakan bahwa aku lebih berminat untuk posisi reporter. Dan pucuk di cinta ulam pun tiba, si pewawancarapun tertarik dengan argumen-argumen yang aku sampaikan. Hingga akhirnya wawancara hari itu beralih menjadi ke hal-hal yang menyangkut dunia jurnalistik.
Tiba pada pertanyaan yang membuat aku menjadi memiliki ide untuk menulis, si pewawancara bertanya, “sebagai seorang reporter, kamu harus memilki sense of news. Kira-kira berita apa yang akhir-akhir ini membuat kamu tertarik? Kenapa?” Thuss… spontan aku jawab, “protes di dunia barat untuk memboikot olimpiade bejing karena alasan kemanusiaan yang terjadi di Tibet.” Belum dia melanjutkan buru-buru aku sempurnakan alasanku, “Hal ini menarik saya karena apa yang terjadi di Tibet tidak separah dengan apa yang menimpa warga Palestina. Baik itu dari sisi jumlah korban maupun tindakan yang dilakukan.” Pewawancara yang mewawancaraiku pun tak berkata-kata terhadap jawabanku, entahlah apa yang dibenaknya kala mendengar jawabanku saat itu dan akhirnya wawancara dilanjutkan dengan pertanyaan yang lain.
Di sini aku mau melanjutkan apa yang terjadi jum’at yang lalu, tetapi bukan tentang wawancaraku, ini mengenai kelanjutan tentang protes obor olimpiade yang berujung pada permintaan boikot di dunia barat sana. Kurang lebih hampir satu bulan kerusuhan di Tibet telah berlangsung, dan protes hampir marak di dunia barat sana. Hampir semua penduduk negara-negara eropa turun ke jalan untuk memprotes obor olimpiade yang melintasi negaranya, hingga obor olimpiade tersebut harus dikawal oleh ribuan polisi pada saat diarak keliling kota.
Di Inggris, Gordon Brown, Perdana Menteri Inggris telah mengeluarkan pernyataan bahwa ia tidak akan menghadiri upacara pembukaan olimpiade. Di Amerika, yang tengah hangat dengan pemilihan presiden, para kandidat menyerukan kepada pemerintahan yang sekarang untuk memboikot olimpiade Beijing dengan tidak mengirimkan satu atletpun dalam pesta olahraga seluruh bangsa dunia tersebut.
Lucu yaa mereka semua, hebat ya mereka semua, ketika rival mereka (dalam hal ini Cina dengan kekuatan ekonominya) membuat sebuah kesalahan maka seribu macam aksi mereka lakukan untuk menghancurkan lawannya tersebut. Cina yang diprediksi dalam lima tahun yang akan datang dapat me-leading perekonomian dunia di guncang dengan dahsayatnya, atas nama kemanusiaan!! Tulisan ini bukan untuk membela pemerintah Cina, tetapi lebih pada menyoroti tindakan dunia barat tersebut. Secara pribadi aku juga tidak sepakat dengan tindakan aparat pemerintahan tersebut, dan setuju untuk dihukum para pelaku tindak kekerasan tersebut, tidak hanya di Cina tapi juga di negeri ini.
Kembali ke… laptop!!? Di Palestina penjajahan oleh zionis Israel sudah berlangsung lebih dari empat puluh tahun, korban tewas dari anak-anak hingga orang tua sudah berjumlah ratusan ribu. Tetapi… apa yang dilakukan oleh orang-orang barat? Apa yang dilakukan pemerintah Inggris? Amerika? Mereka tidak lebih dari antek-antek Yahudi! Barack Abama yang mengklaim dirinya keturunan muslim, tidak mengeluarkan satu pernyataan pun terhadap aksi serangan Israel yang belum lama ini terjadi, tetapi terhadap aksi di Tibet ia dengan lantang menyatakan agar pemerintah AS memboikot olimpiade Beijing.
Kini kita semua jadi tahu, bahwa dunia politik internasional tidaklah lebih dari sekedar panggung sandiwara. Rentetan kejadian yang menimpa umat muslim di seluruh penjuru dunia, mulai dari Palestina yang sampai detik ini masih dijajah, perang Irak yang menawaskan ratusan ribu jiwa, hingga kemerdekaan Kosovo hanyalah menjadi aktor pembantu dalam politik internasional, bukan aktor utama. Padahal apa yang mereka alami lebih parah, lebih dahsyat, lebih tepat untuk dijadikan sorotan oleh para politikus dunia, tetapi semua itu tak dianggap. Dan piala oscar pun jatuh kepada…. Anda dapat menilainya sendiri.
Terakhir, semoga ini menyadarkan kita semua sebagai umat Islam bahwa kebangkitan Islam sepenuhnya berada di tangan kita, terlebih para generasi muda Islam. Melihat beragam kejadian yang ada di sekitar kita baik dari yang terdekat hingga yang diseberang lautan, seharusnya menyadarkan kita semua untuk bersatu. Mengikis perbedaan yang bersifat furu’iah, melepas baju harakoh, melepas atribut jama’ah menuju satu Islam Yang mulia. Jangan mau sepanjang sisa umur kita, sebagai umat Islam hanya sekedar sebagai penonton saja tanpa berperan atas apa yang terjadi. Kini saatnya kita bangkit, bersatu menunjukkan izzah kita sebagai Muslim, dan dunia barat, tak perlu lagi kita tunggu aksinya karena kita sudah tahu siapa mereka sesunguhnya. []
|
| |
|
| Antara Islam, Olimpiade, dan Barat | Log-in or register a new user account | 0 Comments |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
|