Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Demi dzat yang diriku ada di tangan-Nya, tidaklah seseorang terluka di jalan Allah - Allah lebih tahu siapa yang terluka di jalan Allah - kecuali ia datang pada hari Kiamat, warna (luka)nya warna darah, tetapi baunya aroma misik.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 986  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...20. 49. Berkata Fir'aun: "Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa? [924]. [924] Setelah nabi Musa a.s. dan nabi Harus a.s mendapat perintah dari Allah s.w.t. pergilah mereka kepada Fir'aun dan terjadilah soal-jawab sebagai yang disebutkan pada ayat 49 dan ayat berikutnya.   (QS. Thaahaa [20] : 49)
 
Pernik [625 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Kepergian Terbaik
Posted by: didit on Tuesday, April 29, 2008 - 06:39

Hudzaifah.org - Rabu 16/04/08 pukul 20:30 telepon rumahku berdering. Ketika aku angkat di ujung telepon sana tedengar suara seorang akhwat mengucap salam. Telepon itu memang ditujukan untukku, sebuah kabar duka langsung disampaikan untukku, seorang sahabat sesama pejuang dakwah ketika masih di kampus, wafat. Aku diberitahu bahwa sahabatku itu wafat sekitar pukul 19:20 malam, sakit adalah penyebabnya. Diamanahkan untukku agar mengabarkan kepada teman-temanku yang lain.

Malam itu sebenarnya aku seperti belum yakin bahwa sahabatku itu telah tiada, tapi amanahku adalah mengabarkan kepada teman-teman yang lain, jadi tetap harus aku lakukan. Media SMS aku gunakan sebagai sarana menyampaikan kabar duka tersebut. Beberapa respons balasan aku terima, yang intinya menanyakan rencana takziah bersama. Setelah berkoordinasi dengan teman-teman yang lain, maka disepakati kita akan berangkat pukul 6 pagi keesokan harinya dari UKI.

Kamis 17/04/08 sekitar pukul 7 pagi, kami meluncur ke daerah Cibadak Sukabumi tempat peristirahatan terakhir sahabat kami itu. Berkendara menggunakan satu mobil Kijang berisikan sebelas orang. Sepanjang perjalanan tidak banyak yang diduskusikan oleh kami tentang sahabat kami yang baru saja berpulang ke Rahmattullah itu, dalam hatiku kusimpulkan kami semua belum percaya bahwa sahabat kami itu telah meninggalkan kami.

Kurang lebih dua jam waktu perjalanan yang kami butuhkan, setelah sempat tersasar mencari lokasi pemakaman, alhamdulillah sekitar pukul 9 pagi kami tiba disana. Ternyata prosesi pemakaman tengah berlangsung, berarti kami tidak sempat untuk melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Tanah telah menimbun tubuhnya yang kaku, jadilah gumpalan tanah yang digunakan untuk menguruk liang lahat yang kami lihat. Selesai penguburan maka dilanjutkan dengan ceramah dan pembacaan do’a oleh ulama setempat. Setengah jam kurang lebih prosesi itu berlangsung, ditutup dengan do’a dan para pelayat pun membubarkan diri.

Seusai para warga meninggalkan kubur, maka hampir semua sahabat-sahabaku tetap berkumpul dihadapan kuburan sahabat kami itu. Dibuka dengan salam oleh sahabatku yang dulu adalah ketua LDF kami. Dalam untaian katanya, sungguh tajam ingatan sahabatku itu tentang almarhumah. Tak kurang memori tentang perjuangan di kampus dulu ia buka kembali. Hingga sampai kelalaian kami yang hanya mengetahui kabarnya ketika ia telah tak bernyawa lagi. Hujan air mata membasahi pipi para sahabatku, kini kami semua seperti tersadar bahwa sahabat kami itu memang benar-benar telah menghadap kepada sang Khalik.

Kami pun berjalan menuju rumah duka utnuk menemui keluarganya. Di tengah perjalanan kaki itu sahabatku yang tadi memimpin upacara penghormatan terakhir itu berbisik kepadaku yang kurang lebih beisi, “ini adalah jalan terbaik yang Allah pilihkan untuknya. Beberapa waktu yang lalu kita dengar bagaimana ia disuruh oleh orang tuanya untuk melepas jilbab, jika ia masih ingin kuliah. Ya ia meninggalkan kita di tengah perjuangannya mempertahankan jilbab yang dikenakannya, semoga Allah mencatatnya menjadi amal kebaikan untuknya.” Tak berapa lama kamipun tiba di rumah duka.

Kami berbincang dengan keluarganya, diketahui bahwa almarhumah wafat setelah sebelumya di bawa terlebih dahulu ke rumah sakit. Keluhannya saat itu hanyalah sakit flu dan muntah-muntah, tetapi terakhir diketahui dari dokter di rumah sakait bahwa ia terserang penyakit tipus. Pukul 19:20 rabu malam itu ia menghembuskan nafas terakhir. Sekitar lima belas menit kami berada dirumah duka, kemudian kami pamit, karena tahu bahwa keluarganya belum beristirahat dari sejak tiba di Sukabumi pada pukul 2:44 dini hari, kamipun ijin diri.

Di tengah perjalanan aku teringat kejadian di kuburan tadi, tapi pada saat itu tidak aku utarakan kepada sahabat-sahabatku yang lain khawatir mereka masih sedih di tinggal sahabatnya, terlebih para akhwat yang ikut dimobil. Malam hari setelah tiba di Jakarta aku coba mengingat kembali masa-masa kehidupan almarhumah ketika sama-sama masih terlibat aktif dalam berdakwah di kampus.

Ada satu momen penting yang aku ingat tentang pengorbanannya untuk dakwah, di mana kami adalah sesama aktivis dakwah satu angkatan di fakultas hukum. Yaa, almarhumah adalah orang yang bersedia mengorbankan tempat tinggalnya untuk dijadikan tempat kami berkumpul pertama kali. Di rumahnya kami rancang langkah dakwah ke depan. Master plan buat kami, ketika tongkat estafet dakwah berpindah ke tangan kami. Di rumahnyalah cikal bakal dibentuknya wadah aktivis dakwah fakultas hukum angkatan 2003 di bentuk.

Planing kami ketika itu sangat sederhana, bagaimana caranya merekrut teman-teman yang satu angkatan bergabung bersama kita. Dan alhamdulillah dari forum itu memang kami berkembang menjadi lebih banyak, sahabat-sahabat kami bertambah menjadi dua kali lipat. Ini otomatis memudahkan langkah kami ke depannya saat harus menjalankan kepengurusan roda dakwah.

Sebenarnya masih banyak lagi jasanya bagi dakwah di kampus yang tak mampu aku hitung. Kurang lebih empat tahun kami bersama-sama, banyak gagasan yang datang darinya, dan tidak hanya sekedar gagasan, banyak tugas dakwah yang diembannya mampu dijalankan dengan baik. Semangatnya yang pantang menyerah di tengah keterbatsan fisik yang dideranya telah memicu semangat bagi aku dan teman-teman yang lain untuk terlibat aktif dalam dakwah.

Kini sang pejuang dakwah itu telah pergi meninggalakan goresan tinta emas bagi dakwah di kampus khusunya di fakultas hukum Sumbangsihnya membentuk forum angkatan tidaklah ternilai, dari forum ini terekrut kader dakwah baru yang berjuang bersama kami menegakkan panji Islam hingga kini. Amal yang aku dan sahabat-sahabatku yang lain lakukan pastilah juga menjadi pahala untuknya meski ia kini telah tiada.

Selamat jalan sahabat, perjuanganmu akan selalu kami ingat dan akan kami selalu jaga amanahmu untuk tetap menjaga bingkai ukhuwah yang telah terbentuk. Terima kasih atas semua yang telah kau lakukan untuk dakwah ini, maafkan kami yang baru tersadar ketika kau telah tiada. Semoga kita semua dapat berkumpul bersama di surgaNya kelak. Amin. []



Ditulis untuk mengenang sahabat kami sesama pejuang dakwah di kampus Trisakti yang wafat pada hari Rabu 16 April 2008, di tengah usahanya untuk mempertahankan baju muslimah yang telah ia kenakan dan perjuangannya untuk menyelesaikan kuliah.
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about SKI FH
· News by didit





Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Kepergian Terbaik | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya