|
|
|
|
Category: Kisah & Hikmah The news items published under this category are as follows.
|
|
See all
|
KISAH BEJANA EMAS (379 Reads) |
|
Posted by: ranggaboy on Wednesday, July 28, 2010 - 12:00 |
Hudzaifah.org Suatu ketika ada seseorang menjual sebidang tanah. Setelah tanah itu terjual, beberapa waktu kemudian si pembeli mencangkul tanah tersebut dengan maksud bercocok tanam, ternyata dia kemudian menemukan sebuah bejana yang berisi emas di dalam tanah yang baru di belinya itu. Si pembeli yang memiliki sifat jujur lalu mendatangi penjual tanah tersebut dengan membawa bejana berisi emas yang baru ditemukannya “
Read more... (2292 bytes more) Comments?
|
|
Zaid bin Tsabit Al-Anshari (254 Reads) |
|
Posted by: Shidqi_Nugroho3 on Wednesday, July 07, 2010 - 12:00 |
Hudzaifah.org Kita kembali ke tahun kedua hijriyah. Ketika itu Madinah sedang sibuk menyiapkan suatu angkatan perang untuk menghadapi perang Badar. Rasulullah melakukan pemeriksaan terakhir terhadap tentara muslimin yang pertama-tama dibentuk, dan segera akan diberangkatkan ke medan jihad di bawah komando beliau, untuk melestarikan kalimat Allah di muka bumi.
Ketika Rasulullah sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba seorang laki-laki berusia kurang dari tiga belas tahun datang menghadap beliau. Anak itu kelihatan cerdas, terampil, hemat, cermat, dan teliti. Di tangannya tergenggam sebilah pedang, yang panjangnya melebihi badan anak itu. Dia berjalan tanpa ragu-ragu dan tanpa takut melewati barisan demi barisan menuju Rasulullah SAW. Setelah dekat kepada beliau dia berkata, “Saya bersedia mati untuk Anda, wahai Rasulullah! Izinkanlah saya pergi jihad bersama Anda, memerangi musuh-musuh Allah di bawah panji-panji Anda.”
Rasulullah menengok kepada anak itu dengan pandangan gembira dan takjub. Beliau menepuk-nepuk pundak anak itu tanda kasih dan simpati. Tetapi beliau menolak permintaan anak itu, karena usianya masih sangat muda.
Anak itu pulang kembali membawa pedangnya tergesek-gesek menyentuh tanah. Dia sedih dan kecewa permintaannya untuk menyertai Rasulullah dalam peperangan pertama yang akan dihadapi beliau, ternyata ditolaknya.
Ibu anak itu, Nuwar binti Malik, yang sejak tadi mengikutinya dari belakang tidak kurang pula sedihnya. Dia ingin melihat anaknya berjuang di bawah panji-panji Rasulullah, supaya anak itu dapat kesempatan berdekatan dengan beliau seperti diharapkannya. Dalam angan-angannya terbayang, alangkah bahagianya ayah anak itu sekiranya dia masih hidup, melihat anaknya dapat mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW.
Tetapi anak Anshar yang cerdas dan pintar ini tidak lekas putus asa. Walaupun dia tidak berhasil mendekatkan diri kepada Rasulullah sebagai prajurit karena usianya masih sangat muda, dia berpikir mencari jalan lain yang tidak ada hubungannya dengan usia. Pikirannya yang tajam membukakan jalan baginya untuk selalu berdekatan dengan Nabi yang dicintainya. Jalan itu ialah bidang ilmu dan hafalan.
Anak itu menyampaikan buah pikirannya kepada ibu. Sang ibu menyambut gembira buah pikiran anaknya, dan segera merintis jalan untuk mewujudkannya.
Nuwar memberi tahu beberapa orang famili tentang keinginan dan bidang yang akan ditempuh anaknya. Mereka setuju lalu pergi menemui Rasulullah. Read more... (10036 bytes more) Comments?
|
|
Seorang Anak Berhadapan dengan Singa (2560 Reads) |
|
Posted by: anugerah_w on Thursday, September 25, 2008 - 03:51 |
Hudzaifah.org - Muhammad bin Bakr Al Khuza'i meriwayatkan: ada seorang wanita yang mempunyai anak lelaki, lalu anak itu hilang lama sekali, dan wanita itu telah putus asa dalam mencarinya, pada suatu hari wanita itu duduk dan makan, ketika dia baru membelah rotinya dan akan memasukkan ke mulutnya, datanglah seorang pengemis meminta makan, maka wanita itu mengurungkan niatnya memakan roti dan memberikan serta bersedekah dengan roti itu semuanya kepada pengemis itu, maka dia menjalani malam dan siang harinya dalam keadaan lapar. Read more... (2266 bytes more) Comments?
|
|
Makna Senyuman (4662 Reads) |
|
Posted by: didit on Thursday, March 20, 2008 - 08:25 |
Hudzaifah.org - Tetapi di waktu yang bersamaan sepertinya senyum tetap menghiasi orang yang berbeda ikhwal tersebut, senyum dengan sejumlah makna yang berbeda tetapi menggambarkan hal yang serupa. Read more... (6481 bytes more) Comments?
|
|
Kisah Belas Kasihan Rasulullah SAW Terhadap Pelaku Kesalahan (7166 Reads) |
|
Posted by: SangHikmah on Tuesday, November 06, 2007 - 07:34 |
Hudzaifah.org - Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Abu Hurairah r.a berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw, seorang laki-laki datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, binasalah aku!” Rasulullah bertanya, “Apa yang terjadi padamu?” Read more... (2104 bytes more) Comments?
|
|
Kebaikan Si Fasik... (2729 Reads) |
|
Posted by: SangHikmah on Monday, October 01, 2007 - 04:40 |
Hudzaifah.org - Ada seorang pria dari Kota Basrah, yang dikenal sebagai orang fasik, meninggal dunia. Tak ada seorang pun yang mau mengurus jenazahnya. Istrinya lalu membayar dua orang untuk memikul jenazahnya ke masjid untuk dishalati.
Read more... (1568 bytes more) Comments?
|
|
Kucing Kecil yang Penuh Makna.... (3728 Reads) |
|
Posted by: SangHikmah on Saturday, August 25, 2007 - 11:17 |
Hudzaifah.org - Sepasang suami istri, ikhwan dan akhwat, berjalan kaki bersama sambil tertawa dan bercanda ria. Dari kejauhan, mereka melihat ada dua ekor kucing tengah berjalan beriringan. Ibu kucing dan anaknya yang masih kecil. Si kucing kecil berjalan di belakang, mengikuti ibunya. Sangat lucu.
“Wah, lihat Mas…, ada kucing kecil lagi sama ibunya…” ujar sang istri dengan gembira sambil menunjuk dua ekor kucing yang terlihat dari kejauhan.
Saat sudah dekat dengan kucing-kucing itu, mereka menyapa,
"Hai… *****... *****..."
Read more... (4544 bytes more) Comments?
|
|
Buah dari Kejujuran (4721 Reads) |
|
Posted by: SangHikmah on Saturday, April 07, 2007 - 05:38 |
Hudzaifah.org - Umar memanggil putranya, Aashim dan menawarkan gadis itu untuk dinikahinya, dan disuruhnya putranya itu untuk melihat langsung paras wajahnya, seraya berpesan kepadanya, Pergilah wahai anakku. Lihatlah gadis itu, nikahilah dia, dan aku berharap dia akan melahirkan seorang pahlawan yang mampu memimpin bangsa Arab.
Read more... (1708 bytes more) Comments?
|
|
Nasehat yang Keras dan Kasar (2689 Reads) |
|
Posted by: SangHikmah on Friday, March 23, 2007 - 04:49 |
Hudzaifah.org - Khalifah Harun ar-Rasyid mengajarkan kepada al-Ashmai tentang prinsip-prinsip dan kaidah nahi mungkar terhadap penguasa (pejabat). Suatu ketika seorang dai yang tidak mengetahui sedikit pun tentang prinsip-prinsip itu mendatangi khalifah, dan menasehatinya dengan kata-kata keras dan kasar. Meskipun ar-Rasyid menyenangi para ulama dan sering duduk-duduk bersama mereka sambil mendengarkan nasehat mereka, lain halnya dengan orang yang satu ini. Read more... (2119 bytes more) Comments?
|
|
Ketika Rasulullah Menjadi Mata-Mata (2723 Reads) |
|
Posted by: abusafar on Tuesday, March 13, 2007 - 09:35 |
Hudzaifah.org - Menjelang peristiwa perang Badar, Rasulullah dan pasukan melakukan perjalanan menuju Badar. Setelah melalui beberapa bukit, maka tibalah mereka di Badar. Dari sana beliau melakukan kegiatan mata-mata bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat Rasulullah yang dengan setia menemaninya ketika peristiwa hijrah. Tatkala mereka berputar-putar di sekitar pasukan musyrikin Quraisy, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan seorang Arab yang sudah tua. Pada saat pertemuan yang tidak sengaja itu, beliau melakukan penyamaran agar tidak ketahuan sebagai bagian dari pasukan Muslimin dari Madinah. Read more... (2101 bytes more) Comments?
|
|