Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Tidaklah pagi itu akan menjelang kecuali ada dua malaikat yang berseru, sungguh celaka kaum lelaki karena kaum wanita, sungguh celaka kaum wanita karena kaum lelaki.

-- HR. Ibnu Majah & Al Hakim

AGENDA: 


[ Search ]
 
Indojilbab.com
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 2515  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...95. 1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun [1588], [1588] Yang dimaksud dengan "Tin" oleh sebagian ahli Tafsir ialah tempat tinggal Nabi Nuh, yaitu Damaskus yang banyak pohon Tin; dan "Zaitun" ialah Baitul Maqdis yang banyak tumbuh Zaitun.   (QS. At Tiin [95] : 1)


Topic: Sejarah dan Peradaban
The new items published under this topic are as follows.


See all

Zaid bin Tsabit Al-Anshari (254 Reads)
Posted by: Shidqi_Nugroho3 on Wednesday, July 07, 2010 - 12:00
Hudzaifah.org Kita kembali ke tahun kedua hijriyah. Ketika itu Madinah sedang sibuk menyiapkan suatu angkatan perang untuk menghadapi perang Badar. Rasulullah melakukan pemeriksaan terakhir terhadap tentara muslimin yang pertama-tama dibentuk, dan segera akan diberangkatkan ke medan jihad di bawah komando beliau, untuk melestarikan kalimat Allah di muka bumi.

Ketika Rasulullah sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba seorang laki-laki berusia kurang dari tiga belas tahun datang menghadap beliau. Anak itu kelihatan cerdas, terampil, hemat, cermat, dan teliti. Di tangannya tergenggam sebilah pedang, yang panjangnya melebihi badan anak itu. Dia berjalan tanpa ragu-ragu dan tanpa takut melewati barisan demi barisan menuju Rasulullah SAW. Setelah dekat kepada beliau dia berkata, “Saya bersedia mati untuk Anda, wahai Rasulullah! Izinkanlah saya pergi jihad bersama Anda, memerangi musuh-musuh Allah di bawah panji-panji Anda.”

Rasulullah menengok kepada anak itu dengan pandangan gembira dan takjub. Beliau menepuk-nepuk pundak anak itu tanda kasih dan simpati. Tetapi beliau menolak permintaan anak itu, karena usianya masih sangat muda.

Anak itu pulang kembali membawa pedangnya tergesek-gesek menyentuh tanah. Dia sedih dan kecewa permintaannya untuk menyertai Rasulullah dalam peperangan pertama yang akan dihadapi beliau, ternyata ditolaknya.

Ibu anak itu, Nuwar binti Malik, yang sejak tadi mengikutinya dari belakang tidak kurang pula sedihnya. Dia ingin melihat anaknya berjuang di bawah panji-panji Rasulullah, supaya anak itu dapat kesempatan berdekatan dengan beliau seperti diharapkannya. Dalam angan-angannya terbayang, alangkah bahagianya ayah anak itu sekiranya dia masih hidup, melihat anaknya dapat mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW.

Tetapi anak Anshar yang cerdas dan pintar ini tidak lekas putus asa. Walaupun dia tidak berhasil mendekatkan diri kepada Rasulullah sebagai prajurit karena usianya masih sangat muda, dia berpikir mencari jalan lain yang tidak ada hubungannya dengan usia. Pikirannya yang tajam membukakan jalan baginya untuk selalu berdekatan dengan Nabi yang dicintainya. Jalan itu ialah bidang ilmu dan hafalan.

Anak itu menyampaikan buah pikirannya kepada ibu. Sang ibu menyambut gembira buah pikiran anaknya, dan segera merintis jalan untuk mewujudkannya.

Nuwar memberi tahu beberapa orang famili tentang keinginan dan bidang yang akan ditempuh anaknya. Mereka setuju lalu pergi menemui Rasulullah. Read more... (10036 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

59 Tahun Palestina dijajah, 40 Tahun Masjid Al Quds Ditawan Zionis Israel, Dimanakah Kita? (3197 Reads)
Posted by: Admin on Tuesday, June 05, 2007 - 06:51
Hudzaifah.org - Setiap memasuki bulan Juni, kaum muslimin yang cinta masjid akan teringat dengan peristiwa yang menyebabkan jatuhnya Al Quds kota suci umat Islam yang ketiga ketangan Zionis Israel, kota yang didalamnya ada masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama. Peristiwa dikuasainya kota suci Al Quds dan masjid Al Aqsha oleh Zionis Israel diawali dengan perang Arab-Israel yang kedua, pecah pada tanggal 5 Juni 1967 M/ 1386 H, perang tersebut lebih dikenal dengan perang 6 hari, karena dalam tempo 6 hari pasukan Arab yang terdiri dari Mesir, Yordania dan Suriah dikalahkan Zionis Israel, sungguh sangat memalukan! Read more... (9234 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

Ketika Rasulullah Menjadi Mata-Mata (2722 Reads)
Posted by: abusafar on Tuesday, March 13, 2007 - 09:35
Hudzaifah.org - Menjelang peristiwa perang Badar, Rasulullah dan pasukan melakukan perjalanan menuju Badar. Setelah melalui beberapa bukit, maka tibalah mereka di Badar. Dari sana beliau melakukan kegiatan mata-mata bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat Rasulullah yang dengan setia menemaninya ketika peristiwa hijrah. Tatkala mereka berputar-putar di sekitar pasukan musyrikin Quraisy, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan seorang Arab yang sudah tua. Pada saat pertemuan yang tidak sengaja itu, beliau melakukan penyamaran agar tidak ketahuan sebagai bagian dari pasukan Muslimin dari Madinah. Read more... (2101 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

Fase Instingtif Peradaban (2265 Reads)
Posted by: hendra on Thursday, January 18, 2007 - 07:30
Hudzaifah.org - Indonesia menutup tahun 2006 dengan berbagai kasus syahwat dan kekerasan, di samping rentetan musibah yang tak kunjung henti. Mulai dari kasus zina YZ yang anggota DPR dengan ME yang penyanyi dangdut; kasus pelecehan seksual oleh salah seorang guru di SMP Budi Waluyo (www.tempointeraktif.com, 25/11/06); puluhan pelajar SMK membajak bus Mayasari Bhakti jurusan Tanjung Priok-Bekasi (www.kompas.com, 26/11/06); anak yang menyebabkan temannya meninggal dunia karena meniru adegan smackdown di TV; siswi SMK di Kuningan bunuh diri karena tidak dibelikan motor (Pikiran Rakyat, 23/12/06). Read more... (8240 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

Fadhalah Jatuh Cinta (2930 Reads)
Posted by: abusafar on Monday, October 09, 2006 - 06:41
Hudzaifah.org - Pada saat peristiwa Fathu Makkah (penaklukkan Mekkah oleh pasukan kaum muslimin dibawah pimpinan Rasulullah SAW), ada seseorang di Mekkah yang berniat membunuh Rasulullah. Orang ini bernama Fadhalah bin Umair al-Laitsi. Dia bermaksud membunuh Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang thawaf di Kabah. Untuk melancarkan niatnya itu, Fadhalah mencoba mendekat ke Rasul yang sedang thawaf. Ketika mendekat, tiba-tiba Rasulullah SAW menegurnya, Apakah ini Fadhalah? Read more... (1930 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

Manusia Abadi (2530 Reads)
Posted by: Admin on Wednesday, January 25, 2006 - 10:32
Hudzaifah.org - Ketika menonton film Highlander, tentang ksatria berpedang dari Skotlandia, maka sempat saya berkhayal ingin menjadi seorang Highlander yang mampu hidup abadi. Karena, ingin rasanya bisa menembus dimensi waktu, sehingga kita selalu hadir dan berperan dalam seluruh episode kemanusiaan dari masa ke masa. Tapi, itu tidaklah mungkin secara sunnatullah, karena setiap jiwa itu pasti akan mati, seperti yang Allah jelaskan secara berulangulang dalam Al Quran. Read more... (3409 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

Hikmah dari Isra' Mi'raj (56974 Reads)
Posted by: hendra on Saturday, October 04, 2003 - 08:48
Hudzaifah.org - Beberapa pekan yang lalu, kita melewati sebuah peristiwa sejarah yang sangat monumental. Momentum sejarah tersebut adalah peristiwa yang terjadi sekitar 14 abad Hijriyah yang lalu, yaitu peristiwa Isra' Mi'raj. Pada saat itu Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Al-Quds, lalu dilanjutkan dengan menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluq, malaikat, manusia, dan jin. Read more... (10283 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page

Sepenggal Episode Dari Puing Andalusia (3749 Reads)
Posted by: Admin on Sunday, April 20, 2003 - 01:59
Hudzaifah Trisakti - Sore itu tampak peristiwa yang mengerikan di lapangan inkuisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) di gantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimin yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Read more... (5122 bytes more) Comments? Send this story to someone Printer-friendly page




Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya